Kamis, 09 Oktober 2014

Kata Pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas nikmat dan

karunia-Nya kita dapat menyelesaikan makalah Softskill tentang Komunikasi Dalam Organisasi.

Atas nikmat yang diberikan pula kita dapat mempelajari dan mengetahui ilmu yang belum kita

ketahui. Kami berterimakasih kepada Ibu Ira Phajar Lestari sebagai Dosen Softskill yang telah

memberikan tugas ini kepada kami.

Mudah-mudahan makalah ini dapat dipahami oleh siapapun yang melihat dan membacanya.

Serta dapat berguna dalam menambah pengetahuan dan wawasan, khususnya pada Komunikasi

didalam Beroganisasi. Kami menyadari sepenuhnya mungkin tugas makalah ini jauh dari kata

sempurna, masih mempunyai banyak kekurangan, untuk itu kami sangat menerima kritikan

serta saran, demi perbaikan dimasa yang akan datang serta sebagai sarana untuk membangun

suatu kesempurnaan. Semoga makalah yang kami buat ini bisa menjadi sesuatu yang sangat

bermanfaat dan berguna bagi orang - orang yang membacanya maupun kami sendiri yang

membuatnya. Kami selaku penyusun makalah ini, memohon maaf apabila terdapat kesalahan

kata-kata yang kurang berkenan.

Jakarta , 5 Oktober 2014

1

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

BAB I. PENDAHULUAN .......................................................................................................................... 3

1.1 LATAR BELAKANG ........................................................................................................................... 3

1.2 PERUMUSAN MASALAH ................................................................................................................. 4

1.3 TUJUAN PENULIS ............................................................................................................................... 4

BAB II. PEMBAHASAN ........................................................................................................................... 5

2.1 PENGERTIAN KOMUNIKASI ............................................................................................................ 5

2.2 PENGERTIAN ORGANISASI ............................................................................................................. 6

2.3 PENGERTIAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI ................................................................... 7

2.4 JENIS KOMUNIKASI .......................................................................................................................... 8

2.5 FUNGSI KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI ............................................................................ 10

2.6 PROSES KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI ........................................................................... 11

2.7 GAYA KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI .............................................................................. 12

2.8 HAMBATAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI ................................................................... 13

BAB III. PENUTUP ................................................................................................................................. 15

3.1 KESIMPULAN .................................................................................................................................... 15

3.2 SARAN ................................................................................................................................................ 15



DAFTAR PUSTAKA

1

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Komunikasi merupakan aktifitas manusia yang sangat penting. Bukan hanya dalam

kehidupan organisasi, namun dalam kehidupan manusia secara umum. Komunikasi

merupakan hal yang esensial dalam kehidupan kita. Kita semua berinteraksi dengan

sesama dengan cara melakukan komunikasi. Komunikasi dapat dilakukan dengan cara

yang sederhana sampai yang kompleks, dan teknologi kini telah merubah cara manusia

berkomunikasi secara drastis.

Komunikasi tidak terbatas pada kata-kata yang terucap belaka, melainkan bentuk dari apa

saja interaksi, senyuman, anggukan kepala yang membenarkan hati, sikap badan, ungkapan

minat, sikap dan perasaan yang sama. Diterimanya pengertian yang sama adalah merupakan

kunci dalam komunikasi. Tanpa penerimaan sesuatu dengan pengertian yang sama, maka

yang terjadi adalah “dialog antara orang satu”.

Organisasi atau Organization bersumber dari kata kerja bahasa latin Organizare “to form

as or into a whole consisting of interdependent or coordinated parts (membentuk sebagai

atau menjadi keseluruhan dari bagian-bagian yang saling bergantung atau terkoordinasi).

Organisasi adalah sarana dimana manajemen mengkoordinasikan sumber bahan dan sumber

daya manusia melalui pola struktur formal dari tugas-tugas dan wewenang.

Tujuan organisasi tidak akan tercapai apabila tanpa manajemen dan komunikasi.

Manajemen tidak akan mungkin ada tanpa organisasi. Manajemen ada, jika ada tujuan yang

akan dicapai dan diselesaikan. Korelasi antara ilmu komunikasi dengan organisasi terletak

pada peninjauannya yang terfokus pada manusia-manusia yng terlibat dalam mencapai tujuan

organisasi.

Tujuan organisasi juga tidak terlepas dari peran pemimpin.Pemimpin yang baik adalah

pemimpin yang mampu menguasai komunikasi dengan baik pula.Dengan penguasaan

komunikasi yang baik seorang pemimpin memiliki nilai tambah, baik dalam kehidupannya

secara umum, maupun dalam mengkontribusikan dirinya di tempat kerja, sehingga lebih

produktif.

Komunikasi juga dikatakan sebagai inti dari kepemimpinan. Kepemimpinan yang efektif

dapat dicapai melalui proses komunikasi yang dilakukan oleh pemimpin kepada anggotanya.

Visi pemimpin bisa saja bagus, namun tanpa komunikasi yang efektif, maka visi tersebut

tidak akan pernah bisa terwujud. Dalam mengkomunikasikan visi, maka pemimpin harus bisa

menyampaikan suatu gambaran di masa depan yang mendorong antusiasme serta komitmen

orang lain.

1

2. Perumusan Masalah

Untuk memudakan proses penjabaran dan penjelasan, makalah ini memiliki beberapa

rumusan masalah, yaitu :

1. Apa pengertian dari komunikasi?

2. Apa pengertian dari organisasi?

3. Apa pengertian komunikasi dalam organisasi?

4. Apa saja jenis-jenis komunikasi?

5. Apa fungsi komunikasi dalam organisasi?

6. Bagaimana proses komunikasi dalam organisasi?

7. Bagaimana gaya komunikasi dalam organisasi?

8. Apa saja yang menjadi hambatan komunikasi dalam organisasi?

3. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ilmiah ini adalah untuk mengetahui pengertian dari

komunikasi, pengertian dari organisasi, pengertian dari komunikasi dalam organisasi, apa

saja jenis-jenis komunikasi, apa fungsi komunikasi dalam organisasi, bagaimana proses

komunikasi dalam organisasi, bagaimana gaya komuikasi dalam organisasi, bagaimana

peranan komunikasi dalam organisasi dan apa sajayang menjadi hambatan komunikasi dalam

organisasi. Di samping itu, makalah ini ditulis sebagai tugas kelompok pada mata kuliah

Softskill yang diberikan oleh pengajar.

1

BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian Komunikasi

Komunikasi sering kita lakukan dalam sehari-hari, komunikasi ini merupakan kebutuhan

yang paling mendasar manusia. Saat seseorang dengan orang lain berdekatan maka terjadi

komunikasi secara verbal, namun jika mereka berada dalam jarak yang jauh mereka

menggunakan beberapa cara untuk berkomunikasi.

Komunikasi atau dalam bahasa inggrisnya Communication, menurut asal katanya berasal

dari bahasa latin yaitu Communicatio. Komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang

atau kelompok masyarakat menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungannya.

Pada umumnya, komunikasi terjadi secara lisan atau verbal.Komunikasi dapat terjadi jika ada

persamaan antara penyampaian pesan dengan orang yang menerima pesan.

Pengertian komunikasi menurut kamus besar bahasa Indonesia yaitu :

1. Pengiriman dan penerimaan pesan antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang

dimaksud dapat dipahami, hubungan, kontak.

2. Perhubungan.

Pengertian komunikasi menurut para ahli :

Beberapa ahli mengungkapkan pendapat mengenai pengertian komunikasi, berikut ini

pengertian komunikasi menurut para ahli :

1. Carl I. Hovland

Hovland berpendapat mengenai pengertian komunikasi, menurutnya “Komunikasi

adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan pesan

(lambang-lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (komunikan)”.

2. Theodore M. Newcomb

Menurutnya pengertian komunikasi adalah “setiap tindakan komunikasi dipandang

sebagai suatu transmisi informasi,terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber

kepada penerima”.

3. Everett M. Rogers

Everett berpendapat bahwa “Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari

sumber kepada suatu penerima, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka

atau penerima”.

4. Onong Uchjana Effendy

Ia mengungkapkan pengertian dari komunikasi adalah “proses penyampaian pikiran atau

perasaan oleh seseorang kepada orang lain”. Pikiran tersebut bisa merupakan informasi,

gagasan, opini, dll yang muncul dari pikirannya sendiri.

1

5. Hafield Cangara

Hafield menyatakan suatu definisi baru mengenai pengertian komunikasi, ia menyatakan

bahwa “komunikasi adalah suatu proses di mana dua orang atau lebih melakukan

pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada

saling pengertian”.

2. Pengertian Organisasi

Secara umum, Pengertian Organisasi dapat didefinisikan sebagai sebuah sistem yang terdiri

dari sekumpulan individu terhadap pembagian kerja kelompok dalam rangka mewujudkan

tujuan yang telah diciptakan secara sistematis dan struktural.Dalam organisasi terdapat

beberapa batasan yang dapat ditunjukkan pada sebuah organisasi tersebut.Selain itu,

Pengertian Organisasi dapat diartikan sebagai tempat orang-orang berkumpul, bekerjasama

secara rasional dan sistematis, terorganisasi, terencana, terkendali dan terpimpin dalam

memanfaatkan sumber daya yang digunakan secara efektif dan efisien dalam mencapai

tujuan organisasi secara bersama-sama.

Pengertian organisasi menurut para ahli :

1. Menurut Stephen P. Robbinss

Organisasi merupakan kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah

batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus

menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

2. Menurut James D Mooney

Organisasi merupakan bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan

bersama.

3. Menurut Stoner

Organisasi merupakan suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di

bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.

4. Menurut Chester I Bernard

Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang

atau lebih.

5. Menurut Schein

Organisasi merupakan suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai

tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi lewat hirarki otoritas dan

tanggungjawab.

6. Menurut Kochler

Organisasi merupakan sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasikan usaha

suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.

7. Menurut W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia

Organisasi merupakan susunan dan aturan dari berbagai bagian sehingga menjadi

kesatuan yang teratur.

8. Menurut M. dahlan Al Barry , Kamus Modern Bahasa Indonesia

1

Organisasi merupakan penyusunan dan pengaturan bagian-bagian hingga menjadi suatu

kesatuan, sususan dan aturan dari berbagai bagian sehingga merupakan kesatuan yang

teratur dan gabungan kerja sama (untuk mencapai tujuan tertentu).

untuk sekolah menengah ditujukan pada OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan

untuk perguruan tinggi ditujukan pada BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa).Organisasi-
organisasi merupakan salah satu dari bentuk organisasi garis karena mempunyai cakupan

yang tidak luas hanya berada di lingkungannya saja dan bergelut di wilayahnya saja

namun BEM dapat dikatakan sebagai bentuk organisasi garis dan staff karena BEM

biasanya terdiri atas beberapa anggota yang berasal dari berbagai fakultas, wilayah

kampus yang berbeda dan jurusan yang berbeda pula sehingga memiliki jangkauan yang

luas.

3. Pengertian Komunikasi dalam Organisasi

Komunikasi organisasi adalah komunikasi antar manusia yang terjadi dalam konteks

organisasi, terjadi jaringan pesan satu sama lain yang bergantung satu sama lain.

Menurut Pace & Feules, ada dua perspektif utama yang akan mempengaruhi bagaimana

komunikasi organisasi didefinisikan :

1. Perspektif Objektif

Perspektif Objektif menekankan definisi komunikasi organisasi sebagai pertunjukan

dan penafsiran pesan diantara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu

organisasi tertentu. Fokusnya adalah penanganan pesan, yakni menerima, menafsirkan,

dan bertindak berdasarkan informasi dalam suatu peristiwa komunikasi organisasi.

Komunikasi dipandang sebagai alat untuk merekayasa atau mengkonstruksi organisasi

yang memungkinkan individu (anggota organisasi) beradaptasi dengan lingkungan

organisasi.

2. Perspektif Subjektif.

Perspektif Subjektif mendefinisikan komunikasi organisasi sebagai proses penciptaan

makna atas interaksi diantara unit-unit organisasi yang menciptakan, memelihara,

dan mengubah organisasi. Fokusnya adalah bagaimana individu anggota organisasi

bertransaksi dan kemudian memberi makna terhadap peristiwa komunikasi yang terjadi.

Dalam arti lain, bagaimana anggota organisasi berperilaku akan bergantung kepada

makna informasi itu bagi mereka.

perspektif objektif maupun perspektif subjektif adalah sebagai proses penciptaan dan

penafsiran informasi diantara unit-unit komunikasi sebagai bagian dari suatu organisasi

secara keseluruhan.

mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menyebarkan informasi di antara unit-unit

organisasi yang memungkinkan sistem komunikasiorganisasi berfungsi secara efektif.

4. Jenis-Jenis Komunikasi

Contoh dari suatu organisasi yaitu organisasi kemahasiswaan, sebagai contohnya

Dengan demikian, definisi atau pengertian komunikasi organisasi baik dilihat dari

Dalam konteks demikian, komunikasi organisasi dipandang sebagai proses

1

Komunikasi organisasi meliputi sarana lisan dan nonverbal komunikasi di seluruh

organisasi. Organisasi yang kompleks menggunakan berbagai saluran komunikasi, termasuk

vertikal, horisontal, diagonal, dan gosip (Marquis dan Huston, 2003).

Manajer harus menentukan modus komunikasi terbaik yang akan digunakan untuk

menyampaikan pesan tertentu. Misalnya, PHK atau dengan beberapa perubahan lain dalam

organisasi yang kuat, kemungkinan dampak negatif bagi karyawan menjamin pertemuan

tatap muka sehingga manajemen dapat memberikan klarifikasi langsung dan dapat menerima

umpan balik. Umpan balik langsung dan klarifikasi dapat mencegah kesalahpahaman

dan rumor, salah menanggapi maksud dari pesan. Informasi lain yang lebih rutin dapat

berhasil dikomunikasikan oleh memo atau e-mail. Marquis dan Huston (2003) mencatat

bahwa "kejelasan pesan sangat dipengaruhi oleh modus komunikasi yang digunakan".

1. Komunikasi Verbal

termasuk e-mail, menyediakan dokumentasi pesan tetapi mungkin disalahartikan oleh

penerima dan memakan waktu bagi manajer. Orang mungkin akan menafsirkan pesan

tertulis dari perspektif mereka sendiri, pengalaman, dan posisi dalam organisasi, tidak

mungkin membuat pemahaman umum dari pesan yang ditulis oleh semua orang yang

menerima mereka. Efisien dan efektif keterampilan menulis yang penting bagi manajer

perawat.

menulis komunikasi bisnis. Manajer perawat melaporkan bahwa rata-rata mereka menulis

menghabiskan antara 12,4 sampai 16 jam dari kerja 40 jam seminggu. Mereka mencatat

perlunya keterampilan menulis yang baik, dan banyak menyatakan perlunya lebih

banyak pendidikan dalam mengembangkan keterampilan menulis. Mereka melaporkan

bahwa sering permintaan ditulis dan rekomendasi mengumpulkan perhatian atas lebih

dari manajer dari pesan lisan. Permintaan tertulis, rekomendasi, dan proposal juga

memberikan catatan komunikasi.

seperti memo atau ringkasan tertulis dari isi pertemuan. Meskipun demikian, manajer

perawat berkomunikasi tatap muka dalam berbagai format, termasuk pertemuan formal,

presentasi, dan kelompok kerja. Manajer tingkat atas biasanya menghabiskan banyak

waktu dalam pertemuan.

2. Komunikasi Nonverbal

nonverbal. Kadang-kadang perilaku nonverbal direncanakan dan diperhitungkan, dan lain

kali tidak sadar pada bagian dari semua pihak yang terlibat dalam proses komunikasi.

Komunikasi umumnya dianggap suatu proses, dengan kata-kata sebagai simbol dan

bahasa yang mewakili kode. Kata-kata yang tidak perlu memahami makna pesan, ketika

seseorang mengasumsikan postur kaku dan mengepalkan tinju pada orang lain. Dalam

pengaturan kerja, marah, wajah cemberut dapat menyampaikan pesan keras daripada

kata-kata yang diucapkan atau nada suara yang digunakan.

verbal, orang tidak sadar menggunakan ekspresi wajah, gerakan, sentuh, dan nada

Tatap wajah dan pesan tertulis merupakan komunikasi verbal. Pesan tertulis,

Spears (1997) mewawancarai manajer perawat mengenai perasaan mereka tentang

Oleh karena itu, cara lain menyampaikan informasi mungkin diperlukan,

Dalam komunikasi tatap muka, kata diucapkan disertai dengan perilaku

Gillies (1994 ) menyatakan, "untuk mengimbangi kekurangan informasi pesan

1

suara untuk memperkuat makna komunikasi lisan". Komunikasi nonverbal meliputi

penampilan, nada suara, gerak tubuh, gerakan tubuh, lirikan, ekspresi wajah, pakaian,

bau, jarak, dan kiprah

Bahkan jika isi pesan yang cukup netral dan informatif, jika disampaikan oleh seseorang

dengan ekspresi wajah marah menggunakan nada tajam suara, isi pesan kemungkinan

besar akan dibayangi oleh perilaku nonverbal dari pengirim. Karena komunikasi

nonverbal biasanya tidak sadar, sulit untuk mengontrol. Hal ini penting untuk pesan

nonverbal untuk konsisten dengan pesan verbal.

PHK direncanakan sambil tersenyum. Manajer dan karyawan harus menyadari perilaku

nonverbal mereka dan mengakui dampaknya pada semua komunikasi. Kedua manajer

dan karyawan harus memantau perilaku nonverbal mereka. Mereka juga mungkin

berguna untuk mencari umpan balik dari orang lain untuk menentukan apakah perilaku

nonverbal mereka konsisten dengan pesan verbal mereka dan untuk menentukan dampak

dari perilaku nonverbal mereka pada kesan keseluruhan yang dihasilkan oleh komunikasi

mereka.

3. Vertikal, Horizontal, Dan Komunikasi Diagonal

berbagai arah untuk mencapai tujuan organisasi. Vertikal, horisontal, dan diagonal

komunikasi yang digunakan untuk berkomunikasi secara efektif.

a. Komunikasi Vertikal

bawahan. Komunikasi vertikal meliputi komunikasi ke bawah, di mana informasi dan

jenis komunikasi lainnya yang dikirim oleh atasan kepada bawahan. Komunikasi ke

bawah mencerminkan struktur hirarkis organisasi. Komunikasi ke bawah dapat terjadi

dalam berbagai cara tergantung sebagian pada isi pesan. Misalnya, berita yang akan

menyenangkan bawahan, seperti bonus, akan disampaikan berbeda dari berita yang

mungkin menyedihkan bagi mereka, seperti PHK mendatang ( Barnum dan Kerfoot,

1995). Beberapa pesan mungkin perlu disampaikan oleh berbagai mode, seperti tatap

muka, bentuk dimediasi seperti video atau audio, dan tulisan. Misalnya, jika prosedur

yang sedang berubah, mungkin akan diumumkan dalam pertemuan satuan, diperkuat oleh

sebuah memo kepada seluruh karyawan dipengaruhi oleh perubahan, dan ditampilkan

dalam sebuah video merinci perubahan yang diajukan. Revisi Prosedur kemudian akan

ditulis dan ditempatkan pada unit keperawatan. Pesan dimediasi dan ditulis juga

berfungsi untuk memberikan catatan komunikasi. Jika karyawan tidak mematuhi

prosedur baru, mereka tidak bisa mengatakan mereka tidak diberitahu tentang perubahan.

Nada mungkin lebih penting daripada kata-kata dalam pesan, dan ekspresi wajah.

Misalnya, akan tidak pantas untuk menyampaikan pesan yang serius tentang

Dalam organisasi yang kompleks, perlu untuk komunikasi mengalir dalam

Komunikasi vertikal adalah komunikasi yang terjadi antara atasan dan

b. Komunikasi Horizontal

1

Komunikasi horizontal atau komunikasi mendatar, seperti komunikasiantara

anggota staf dengan anggota staf. Berlangsung tidak formal, lain dengan komunikasi

vertikal yang formal. Komunikasi terjadi tidak dalam suasana kerja employee relation

dan sering timbul rumours, grapevine, gossip.

c. Komunikasi Diagonal

kelompok-kelompok orang di departemen lain dalam organisasi yang tidak pada tingkat

yang sama dalam hirarki (Marquis dan Huston, 2003). Jenis interaksi ini penting untuk

fungsi organisasi dan biasanya tidak terjadi melalui cara formal. Komunikasi diagonal

melayani banyak fungsi yang sama untuk menjadi seorang bijaksana dalam pengambilan

keputusan dan pemecahan masalah sebagai komunikasi horizontal tetapi mencakup

lebih luas orang di seluruh organisasi. Komunikasi diagonal memungkinkan manajer

untuk langsung ke seseorang pada tingkat yang berbeda dalam struktur birokrasi untuk

menyelesaikan masalah. Sebagai contoh, seorang eksekutif perawat bisa bekerja dengan

pimpinan staf medis untuk mengatasi masalah klinis.

5. Fungsi Komunikasi dalam Organisasi

Fungsi komunikasi dalam organisasi sangat besar. Menurut Sendjaja (Burhan. 2009),

organisasi baik yang berorientasi untuk mencari keuntungan (profit) maupun nirlaba (non-
profit), memiliki empat fungsi organisasi, yaitu: fungsi normatif, regulatif, persuasif, dan

integratif.

Fungsi komunikasi dalam organisasi adalah sebagai berikut:

1. Fungsi informative

Organisasi dapat dipandang sebagai suatu system proses informasi (information-
processing system). Maksudnya, seluruh naggota dalam suatu organisasi berharap dapat

memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik, dan tepat waktu.

pekerjaannya secara lebih pasti.Informasi pada dasarnya dibutuhkan oleh semua orang

yang mempunyai perbedaan kedudukan dalam suatu organisasi.Orang-orang dalam

tataran manajemen membutuhkan informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi

ataupun guna mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi.Sedangkan karyawan

(bawahan) membutuhkan informasi untuk melaksanakan pekerjaan, di samping itu juga

informasi tentang jaminan keamanan, jaminan sosial dan kesehatan.

2. Fungsi regulative

suatu organisasi.Pada semua lembaga atau organisasi, ada dua hal yang berpengaruh

terhadap fungsi regulatif ini.Pertama, atasan atau orang-orang yang berada dalam tatanan

manajemen, yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua

informasi yang disampaikan.Disamping itu, mereka juga mempunyai kewenangan

untuk memberi instruksi atau perintah, sehingga dalam struktur organisasi kemungkinan

mereka ditempatkan pada lapis atas (position of outhority) supaya perintah-perintahnya

Dalam komunikasi diagonal, manajer berinteraksi dengan manajer, dokter, dan

Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan

Fungsi regulatif ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam

1

dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Namun demikian, sikap bawahan untuk menjalankan perintah banyak bergantung pada:

1. Keabsahan pimpinan dalam menyampaikan perintah .

2. Kekuatan pimpinan dlaam memberi sanksi.

3. Kepercayaan bawahan terhadap atasan sebagai seorang pimpinan sekaligus sebagai

4. Tingkat kredibilitas pesan yang diterima bawahan kedua, berkaitan dengan pesan.

pribadi.

Pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja. Artinya, bawahan

membutuhkan kepastian peraturan tentang pekerjaan yang boleh untuk dilaksanakan.

Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu

3. Fungsi persuasive

membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini maka banyak

pimpinan yang lebih suka untuk memersuasi bawahannya daripada memberi perintah.

Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan

kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan

dan kewenangannya.

4. Fungsi integrative

karyawan dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik.Ada dua saluran

komunikasi formal, seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut (newsletter,

bulletin) dan laporan kemajuan organisasi; juga saluran komunikasi informal, seperti

perbincangan antarpribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan olahraga, ataupun

kegiatan darmawisata.Pelaksanaan aktivitas ini menumbuhkan keinginan untuk

berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi.

6. Proses Komunikasi dalam Organisasi

Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada

komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan

dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi

yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi, banyak

melalui perkembangan. Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia

dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi.

Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :

1. Penginterprestasian, hal yang diinterpretasikan adalah motif komunikasi, terjadi

dalam diri komunikator. Artinya, proses komunikasi tahap pertama bermula sejak motif

komunikasi muncul hingga akal budi komunikator berhasil menginterpretasikan apa

yang ia pikir dan rasakan ke dalam pesan (masih abstrak). Proses penerjemahan motif

komunikasi ke dalam pesan disebut interpreting.

Setiap organisasi berusaha untuk menyediakan saluran yang memungkinkan

1

2. Penyandian, pada tahap ini masih ada dalam komunikator dari pesan yang bersifat

abstrak berhasil diwujudkan oleh akal budi manusia ke dalam lambang komunikasi.

Tahap ini disebut encoding, akal budi manusia berfungsi sebagai encorder, alat penyandi:

mengubah pesan abstrak menjadi konkret.

3. Pengiriman, proses ini terjadi ketika komunikator melakukan tindakan komunikasi,

mengirim lambang komunikasi dengan peralatan jasmaniah yang disebut transmitter, alat

pengirim pesan.

4. Perjalanan, pada tahapan ini terjadi antara komunikator dan komunikan, sejak pesan

dikirim hingga pesan diterima oleh komunikan.

5. Penerimaan, pada tahapan ini ditandai dengan diterimanya lambang komunikasi melalui

peralatan jasmaniah komunikan.

6. Penyandian Balik, pada tahap ini terjadi pada diri komunikan sejak lambang komunikasi

diterima melalui peralatan yang berfungsi sebagai receiver hingga akal budinya berhasil

menguraikannya (decoding).

7. Penginterpretasian, pada Tahap ini terjadi pada komunikan, sejak lambang komunikasi

berhasil diurai kan dalam bentuk pesan.

7. Gaya Komunikasi dalam Organisasi

1. The Controlling Style

controlling style communication ditandai dengan adanya satu kehendak atau maksud

untuk membatasi, memaksa dan mengatur perilaku, pikiran dan tanggapan orang lain.

Orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi ini dikenal dengan nama komunikator

satu arah atau one-way communications.

2. The Equalitarian Style

Dalam gaya komunikasi ini, tindak komunikasi dilakukan secara terbuka. Artinya, setiap

anggota organnisasi The Equalitarian Style dapat mengungkapkan gagasan ataupun

pendapat dalam suasana yang rileks, santai dan informal. Dalam suasana yang demikian,

memungkinkan setiap anggota organisasi mencapai kesepakatan dan pengertian bersama.

Aspek penting gaya komunikasi ini ialah adanya landasan kesamaan. The equalitarian

style of communication ini ditandai dengan berlakunya arus penyebaran pesan-pesan

verbal secara lisan maupun tertulis yang bersifat dua arah (two-way communication).

3. The Structuring Style

Gaya komunikasi yang berstruktur ini, memanfaatkan pesan-pesan verbal secara tertulis

maupun lisan guna memantapkan perintah yang harus dilaksanakan, penjadwalan tugas

dan pekerjaan serta struktur organisasi. Pengirim pesan (sender) lebih memberi perhatian

kepada keinginan untuk memengaruhi orang lain dengan jalan berbagi informasi tentang

tujuan organisasi, jadwal kerja, aturan dan prosedur yang berlaku dalam organisasi

tersebut mereka bahwa pemrakarsa (initiator) struktur yang efisien adalah orang-
orang yang mampu merencanakan pesan-pesan verbal guna lebih memantapkan tujuan

organisasi, kerangka penugasan dan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan

yang muncul.

4. The Dynamic Style

Gaya komunikasi yang dinamis ini memiliki kecenderungan agresif, karena pengirim

pesan atau sender memahami bahwa lingkungan pekerjaannya berorientasi pada tindakan

(action-oriented). The dynamic style of communication ini sering dipakai oleh para

1

juru kampanye ataupun supervisor yang membawa para wiraniaga (salesmen atau

saleswomen).

5. The Relinguishing Style

Gaya komunikasi ini lebih mencerminkan kesediaan untuk menerima saran, pendapat

ataupun gagasan orang lain, daripada keinginan untuk memberi perintah, meskipun

pengirim pesan (sender) mempunyai hak untuk memberi perintah dan mengontrol orang

lain.

6. The Withdrawal Style

Akibat yang muncul jika gaya ini digunakan adalah melemahnya tindak komunikasi,

artinya tidak ada keinginan dari orang-orang yang memakai gaya ini untuk

berkomunikasi dengan orang lain, karena ada beberapa persoalan ataupun kesulitan

antarpribadi yang dihadapi oleh orang-orang tersebut.

8. Hambatan Komunikasi dalam Organisasi

Dalam proses organisasi tidaklah selalu mulus, tentunya akan banyak terjadi hambatan-
hambatan pada perjalanananya. Hambatan yang sering muncul adalah hambatan komunikasi,

karena komunikasi adalah kunci utama dalam kesuksesan organisasi mengingat banyaknya

orang yang terlibat didalammnya. Hambatan tersebut tentunya bukan menjadi suatu

pengganjal dalam organisasi karena semua hambatan pastinya dapat diselesaikan dengan baik

dan tepat. Berikut ini adalah macam-macam hambatan dalam organisasi yaitu :

1. Hambatan dari Proses Komunikasi yaitu hambatan yang timbul dari ketidak jelasan

informasi yang akan disampaikan.

2. Hambatan Fisik yaitu hambatan yang terjadi akibat ada gangguan cuaca, gangguan sinyal,

dsb.

3. Hambatan Semantik yaitu hambatan yang terjadi akibat pemahaman yang sedikit

mengenai bahasa dan istilah-istilah asing yang digunakan dalam informasi atau pesan

4. Hambatan Psikologis yaitu hambatan yang berasal dari gangguan kondisi kejiwaaan

dari si pengirim pesan atau penerima pesan sengingga mengakibatkan informasi tersebut

mengalami perubahan.

5. Hambatan Manusiawi yaitu hambatan yang terjadi akibat tingkat emosi manusia yang

tidak menentu dalam menyikapi informasi atau pesan.

6. Hambatan Organisasional yaitu tingkat hirarkhi, wewenang manajerial dan spesialisasi

yaitu hambatan yang timbul akibat komunikasi dengan atasan atau bawahan mengalami

kendala seperti tingkat pemahaman terhadap suatu informasi yang berbeda yang

mengakibatkan sebuah hambatan.

7. Hambatan-hambatan Antar Pribadi yaitu hambatan yang timbul antar pribadi didalam

sebuah organisasi, biasanya hambatan ini muncul karena adanya salah paham antar

pribadi yang menyangkut masalah tugas dan wewenang dari orang yang ada dalam

organisasi.

itu tidak mudah dan memerlukan jalan yang sangat panjang untuk mencapai suatu

tujuan tertentu dalam organisasi dan dalam aktivitas lainnya.Tetapi hambatan tersebut

bukanlah menjadi satu-satunya penghambat dalam organisasi. Untuk memecahkan

Dari berbagai hambatan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa proses komunikasi

1

masalah hambatan tersebut diatas berikut ini diurakian cara mengatasi hambatan

komunikasi :

1. Memerikan umpan balik atau Feed Back yaitu memberikan kesempatan pada

seseorang untuk menyampaikan informasi dan gagasannya sehingga tercipta

komunikasi 2 (dua) arah.

2. Mengenai si penerima berita yaitu mengenali latar belakang , pendidikan serta kondisi

penerima pesan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan mudah

dimengerti oleh si penerima pesan.

3. Susunlah secara terperinci apa, dan kapan informasi tersebut harus disampaikan dan

kepada siapa informasi tersebut akan disampaikan.

1

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Pada dasarnya komunikasi sangat diperlukan didalam kehidupan sehari-hari dalam berbagai

aspek, baik itu dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam organisasi. Didalam kegiatan

berorganisasi, komunikasi sangat diperlukan dengan tujuan agar sebuah system atau komunikasi

yang ada bisa terjalin dengan sempurna dan lebih baik.

Komunikasi dirumuskan sebagai suatu proses penyampaian pesan atau informasi diantara

beberapa orang. Karenanya komunikasi melibatkan seorang pengirim, pesan atau informasi

saluran dan penerima pesan yang mungkin juga memberikan umpan balik atau feed back kepada

pengirim untuk menyatakan bahwa pesan telah diterima.

Komunikasi sangat penting dalam kehidupan manusia adalah makhluk sosial yang saling

membutuhkan antara satu dengan yang lain. Dalam berkomunikasi seseorang harus memiliki

dasar yang akan menjadi patokan seseorang tersebut dalam berkomunikasi. Dalam proses kita

juga harus ingat bahwa terdapat banyak hambatan-hambatan dalam berkomunikasi.

Tujuan komunikasi adalah berhubungan dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti

apa yang kita sampaikan dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan

dalam bekerja sama dengan orang lain. Ada dua jenis komunikasi, yaitu verbal dan nonverbal,

komunikasi verbal atau tertulis dan komunikasi nonverbal atau bahasa (gerak tubuh).

Komunikasi dua arah terjadi bila pengiriman pesan dilakukan dan mendapatkan umpan balik.

Seseorang dalam berkomunikasi pasti dapat merasakan timbal balik antara pemberi informasi

serta penerima informasi sehingga terciptanya suatu hubungan yang mutualisme antara

keduanya.

2. Saran

Dengan disusunnya makalah ini, maka pembaca maupun penulis dapat mengerti dan

memahami arti pentingnya berkomunikasi didalam kehidupan sehari-hari khususnya komunikasi

dalam organisasi.

Semoga makalah ini dapat diterima dan dimengerti serta berguna bagi pembaca maupun

penulis, kami memohon maaf atas berbagai kekurangan yang ada dalam penulisan makalah ini,

dengan demikian kami mengharapkan kritik dan saran atas tulisan kami agar bisa membangun

dan memotivasi kami demi terciptanya suatu kesempurnaan.

1

STUDY KASUS

1. Ahok : Komunikasi itu Cara, Bukan Hanya Isi

mendapatkan sorotan. Bukan kali ini sesungguhnya, cara komunikasi Ahok

menjadi perhatian. Sejak pertama kali menjabat sebagai wagub, sejumlah kalangan

mempermasalahkannya, atau minimal membahasnya. Ahok memang unik, karena setiap

kali bicara selalu berapi-api, peuh semangat, dan lantang. Buat sebagian orang, kesan

Ahok adalah arogan. Banyak orang yang tidak suka lalu mengkritiknya. Kali ini lebih

ramai lagi, karena Prabowo Subianto pun memberikan kritikan. Prabowo adalah bos

besarnya Ahok di partai Gerindra.

ilmu komunikasi. Dalam ilmu komunikasi, cara berkomunikasi memegang peranan amat

penting. Bahkan, kadang-kadang jauh lebih penting dibanding isinya. Mungkin Anda

pernah mendengar kalimat ini:

“Suatu hal yang salah, jika disampaikan terus menerus dan berulang-ulang, bisa menjadi

sebuah kebenaran.”

memang tidak menyebutkan cara sebagai sesuatu yang utama dalam teorinya. Dia hanya

menyebutkan komunikasi sebagai “siapa mengatakan apa kepada siapa melalui media apa

dengan dampak apa...” Tidak ada tambahan dengan cara apa?

Dalam perkembangan ilmu komunikasi kemudian diketahui bahwa cara, sungguh vital

posisinya dalam ilmu ini. Cara, menyangkut dengan media apa dan simbol komunikasi

apa yang dipakai. Beda media beda pula simbolnya. Misal, jika kita berkomunikasi lewat

telepon, maka semua simbol terkait dengan suara. Benar?

Tidak ada simbol tertulis di sana. Sebaliknya jika media yang kita gunakan adalah e-mail

atau surat menyurat. Maka, simbol yang digunakan biasanya adalah tulisan.

lebih besar dampaknya dalam berkomunikasi (perbandingannya 70:30). Artinya, jika kita

berkomunikasi dengan orang lain, menggunakan simbol verbal berupa kata-kata terucap,

akan sia-sia jika non verbalnya tidak mendukung. Contoh, Anda memuji seseorang

dengan ucapan, “Kerja Anda bagus!” tapi disampaikan dengan cara berteriak, dan mata

Anda tidak melihat kepada orang tersebut. Mungkin orang yang dipuji akan merespon,

“Ini memuji atau ngejek sih?” atau “Mujinya ikhlas tidak sih?”

diam, ekspresi, parabahasa (intonasi, pitch control, penekanan, speed, dll), jarak, waktu

dan lain sebagainya. Kita harus pelajari hal itu dengan baik, jika ingin tujuan komunikasi

kita tercapai. Kalau kita mengabaikan komunikasi non verbal maka kita terancam oleh

kegagalan tercapainya tujuan komunikasi.

Cara berkomunikasi Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Purnama,

Saya, tidak akan mengupas Ahok dari sisi politik, melainkan dari sudut pandang

Mbahnya ilmu Komunikasi Wilbur Schram, seorang pakar asal Kanada,

Berbagai penelitian dan riset komunikasi menunjukkan bahwa simbol non verbal

Non verbal banyak sekali jenisnya. Mulai dari bahasa tubuh, gerak tubuh, bahasa

1

“Maksud saya kan baik...” begitu ucap seseorang tentang isi komunikasinya,

namun dikritik cara berkomunikasinya.

Benar, maksud kita baik, isi komunikasi kita baik, tapi kalau cara menyampaikannya

tidak klop, maka dampak yang akan diterima oleh orang lain akan berbeda. Bukankah

kita ingin maksud dan penerimaannya klop. Kalau maksud kita baik maka diterima pula

dengan baik, begitu bukan? Nah, kalau demikian maka mau tidak mau, suka tidak suka,

kita harus dan wajib memperhatikan cara kita berkomunikasi (non verbal).


1

DAFTAR PUSTAKA

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:DLBO7tpkTcQJ:xa.yimg.com/kq/

groups/22999204/124723351/name/kel+&cd=6&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a

http://www.anneahira.com/makalah-komunikasi-organisasi.htm

http://alamtekno.blogspot.com/2013/05/pengertian-atau-definisi-komunikasi.html

http://isma-ismi.com/pengertian-organisasi.html

http://floraisnael.blogspot.com/2013/10/jenis-jenis-komunikasi-organisasi.html

http://dennyimamazhari.wordpress.com/2013/05/27/51-fungsi-komunikasi-dalam-organisasi/

http://lukman-brother.blogspot.com/2014/03/proses-komunikasi-dalam-organisasi.html

http://skyknowledge.wordpress.com/2011/10/31/studi-kasus-komunikasi-dalam-organisasi/

1

Posted on Kamis, Oktober 09, 2014 by Unknown

No comments

Komunikasi Dalam Organisasi



Anggota Kelompok :

1. Andranna Fajar Adiswara

2. Dela Aprilia Wibawa

3. Galih Sanitio

4. Jitro Hilter Sitanggang

5. Nanda Manarfa Az Zahra

6. Muhammad Ahsan Fuady

7. Ridony Armansyah

8. Sastrio Yunanda Djamier

Kelas : 2KA20

Dosen : Ira Phajar Lestari

SISTEM INFORMASI

UNIVERSITAS GUNADARMA

PTA 2013/2014

Posted on Kamis, Oktober 09, 2014 by Unknown

No comments

Selasa, 17 Juni 2014


Kehidupan manusia sangatlah komplek, begitu pula hubungan yang terjadi pada manusia sangatlah luas. Hubungan tersebut dapat terjadi antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, manusia dengan makhluk hidup yang ada di alam, dan manusia dengan Sang Pencipta. Setiap hubungan tersebut harus berjalan seimbang. Selain itu manusia juga diciptakan dengan sesempurna penciptaan, dengan sebaik-baik bentuk yang dimiliki.
Manusia juga harus bersosialisasi dengan lingkungan, yang merupakan pendidikan awal dalam suatu interaksi sosial. Hal ini menjadikan manusia harus mempunyai ilmu pengetahuan yang berlandaskan ketuhanan. Karena dengan ilmu tersebut manusia dapat membedakan antara yang hak dengan yang bukan hak, antara kewajiban dan yang bukan kewajiban. Sehingga norma-norma dalam lingkungan berjalan dengan harmonis dan seimbang. Agar norma-norma tersebut berjalan haruslah manusia di didik dengan berkesinambungan.
Pendidikan sebagai hasil kebudayaan haruslah dipandang sebagai “motivator” terwujudnya kebudayaan yang tinggi. Selain itu pendidikan haruslah memberikan kontribusi terhadap kebudayaan, agar kebudayaan yang dihasilkan memberi nilai manfaat bagi manusia itu sendiri khususnya maupun bagi bangsa pada umumnya.
Dengan demikian dapat kita katakan bahwa kualitas manusia pada suatu negara akan menentukan kualitas kebudayaan dari suatu negara tersebut, begitu pula pendidikan yang tinggi akan menghasilkan kebudayaan yang tinggi. Karena kebudayaan adalah hasil dari pendidikan suatu bangsa.
Pembahasan
Pengertian Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
Dalam hubungannya dengan lingkungan, manusia merupakan suatu oganisme hidup (living organism). Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik lingkungan vertikal (genetika, tradisi), horizontal (geografik, fisik, sosial), maupun kesejarahan. Tatkala seoang bayi lahir, ia merasakan perbedaan suhu dan kehilangan energi, dan oleh kaena itu ia menangis, menuntut agar perbedaan itu berkurang dan kehilangan itu tergantikan. Dari sana timbul anggapan dasar bahwa setiap manusia dianugerahi kepekaan (sense) untuk membedakan (sense of discrimination) dan keinginan untuk hidup. Untuk dapat hidup, ia membutuhkan sesuatu. Alat untuk memenuhi kebutuhan itu bersumber dari lingkungan.
Oleh karena itu lingkungan mempunyai pengaruh besar terhadap manusia itu sendiri.
Kebutuhan manusia
Perbedaan Manusia dengan makhluk lainnya adalah manusia mempunyai akal budi yang merupakan kemampuan berpikir manusia sebagai kodrat alami.Manusia dengan akal budinya mampu memperbaruhi dan mengembangkan sesuatu untuk kepentingan hidup dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup.
Menurut A.Maslow, Kebutuhan hidup manusia dibagi menjadi 5 tingkatan :
1. Kebutuhan fisiologis ( physiological needs)
Pada tingkat yang paling bawah, terdapat kebutuhan yang bersifat fisiologik (kebutuhan akan udara, makanan, minuman dan sebagainya) yang ditandai oleh kekurangan (defisi) sesuatu dalam tubuh orang yang bersangkutan. Kebutuhan ini dinamakan juga kebutuhan dasar (basic needs) yang jika tidak dipenuhi dalam keadaan yang sangat estrim (misalnya kelaparan) bisa manusia yang bersangkutan kehilangan kendali atas perilakunya sendiri karena seluruh kapasitas manusia tersebut dikerahkan dan dipusatkan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya itu. Sebaliknya, jika kebutuhan dasar ini relatif sudah tercukupi, muncullah kebutuhan yang lebih tinggi yaitu kebutuhan akan rasa aman (safety needs).
2. Kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan ( safety dan security needs)
Jenis kebutuhan yang kedua ini berhubungan dengan jaminan keamanan, stabilitas, perlindungan, struktur, keteraturan, situasi yang bisa diperkirakan, bebas dari rasa takut dan cemas dan sebagainya. Karena adanya kebutuhan inilah maka manusia membuat peraturan, undang-undang, mengembangkan kepercayaan, membuat sistem, asuransi, pensiun dan sebagainya. Sama halnya dengan basic needs, kalau safety needs ini terlalu lama dan terlalu banyak tidak terpenuhi, maka pandangan seseorang tentang dunianya bisa terpengaruh dan pada gilirannya pun perilakunya akan cenderung ke arah yang makin negatif.
3. Kebutuhan Dicintai dan Disayangi
Setelah kebutuhan dasar dan rasa aman relatif dipenuhi, maka timbul kebutuhan untuk dimiliki dan dicintai (belongingness and love needs). [Setiap orang ingin mempunyai hubungan yang hangat dan akrab, bahkan mesra dengan orang lain. Ia ingin mencintai dan dicintai. Setiap orang ingin setia kawan dan butuh kesetiakawanan. Setiap orang pun ingin mempunyai kelompoknya sendiri, ingin punya “akar” dalam masyarakat. Setiap orang butuh menjadi bagian dalam sebuahkeluarga, sebuah kampung, suatu marga, dll. Setiap orang yang tidak mempunyai keluarga akan merasa sebatang kara, sedangkan orang yang tidak sekolah dan tidak bekerja merasa dirinya pengangguran yang tidak berharga. Kondisi seperti ini akan menurunkan harga diri orang yang bersangkutan.
4. Kebutuhan Harga Diri
Di sisi lain, jika kebutuhan tingkat tiga relatif sudah terpenuhi, maka timbul kebutuhan akan harga diri (esteem needs). Ada dua macam kebutuhan akan harga diri. Pertama, adalah kebutuhan-kebutuhan akan kekuatan, penguasaan, kompetensi, percaya diri dan kemandirian. Sedangkan yang kedua adalah kebutuhan akan penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi, kebanggaan, dianggap penting dan apresiasi dari orang lain. Orang-orang yang terpenuhi kebutuhannya akan harga diri akan tampil sebagai orang yang percaya diri, tidak tergantung pada orang lain dan selalu siap untuk berkembang terus untuk selanjutnya meraih kebutuhan yang tertinggi yaitu aktualisasi diri (self actualization).
5.Kebutuhan Aktualisasi Diri
Kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang terdapat 17 meta kebutuhan yang tidak tersusun secara hirarki, melainkan saling mengisi. Jika berbagai meta kebutuhan tidak terpenuhi maka akan terjadi meta patologi seperti apatisme, kebosanan, putus asa, tidak punya rasa humor lagi, keterasingan, mementingkan diri sendiri, kehilangan selera dan sebagainya.

Posted on Selasa, Juni 17, 2014 by Unknown

No comments

Kebudayaan Timur adalah kebudayaan yang cara pembinaan kesadarannya dengan cara melakukan berbagai macam pelatihan fisik dan mental. Pelatihan fisik yang mereka jalani dapat dicontohkan dengan cara menjaga pola makan dan minum ataupun makanan apa saja yang boleh dimakan dan minuman apa saja yang boleh diminum, karena hal tersebut dapat berpengaruh kepada pertumbuhan maupun terhadap fisik mereka sendiri. Sedangkan untuk pelatihan mental yaitu dapat berupa kegiatan yang umumnya/mayoritas dilakukan sendiri, seperti : bersemedi, bertapa, berdoa, beribadah dan lain sebagainya.

Perbedaan antara kebudayaan Barat dan kebudayaan Timur, yaitu :

1.  Opini/Pendapat
    Orang Timur cenderung berbelit-belit dalam hal beragumen atau menyelesaikan suatu masalah yang terjadi, terkadang hanya berputar-putar dulu untuk megatakan sesuatu, padahal maksud dan tujuannya tidak serumit yang dimaksudkan. Sangat berbeda dengan orang Barat, mereka langsung ke pokok masalah dan mereka tidak biasa untuk berbasa-basi.   

    2.  Waktu

    Orang Timur terkenal kurang menghargai waktu bila ada janji kadang mereka datang tidak tepat pada waktunya. Berbeda dengan orang Barat mereka begitu sangat menghargai waktu, sebab mereka paling tidak suka kalau janji tidak pada waktunya. 

    3.  Gaya Hidup

    Orang Timur khususnya Indonesia sangat senang kalau tetap merasa dekat dengan anggota keluargannya, kebersamaan yang terjalin yang lebih diutamakan dalam hal ini. Sedangkan, orang Barat mereka cenderung hidup secara individualis serta memiliki rasa sosialisasi yang rendah dilingkungan mereka. 

    4.   Hubungan

    Karena orang Timur sangat bersosialisasi atau menjalin hubungan lebih komplek, maka salah satu situs jejaring sosial yang sekarang lagi popular lebih banyak diminati oleh orang Timur, khususnya Indonesia sendiri. Berbeda sekali dengan orang Barat mereka lebih individualis atau menutup diri dan sangat jarang menjalin hubungan dengan orang lain. 

    5.   Terhadap Hal yang Baru

    Orang Timur kalau ada sesuatu/hal yang baru, belum merasa puas kalu belum sampai memilikinya, nggak heran dari kebanyakan orang di Indonesia banyak yang konsumtive, suka berganti-ganti barang, tidak merasa puas, ingin lebih dan lebih lagi, hanya karena tidak ingin ketinggalan model. Berbeda dengan orang Barat kalau ada sesuatu yang baru, tidak serta merta pengen tahu dan pengen memiliki atau memakainnya, hanya sekedar rasa ingin tahu semata. 

     6.   Anak

    Dikeluarga orang Timur terutama di Indonesia, perlakuan orang tua terhadap anak sudah sangat memanjakan sehingga anak tidak dapat hidup mandiri sampai usia dewasa pun anak tidak bisa lepas dari kedua orangtuannya dan selalu bergantung terhadap mereka, dengan harapan keturunan yang mereka manjakan dari kecil bisa hidup langgeng dan sukses. Berbeda dengan keluarga orang Barat, anak-anak mereka di didik supaya mandiri semenjak kecil sehingga setelah dewasa orang tua pun sudah bisa melepaskannya dan tidak bergantung lagi kepada kedua orang tua mereka. 

     7.  Trendi

    Jika orang Barat lebih senang sesuatu yang berbau tradisional atau alami, kebalikannya kalau orang Asia belum disebut trendi kalau tidak bergaya kebarat-baratan, contoh : orang Timur lebih merasa gengsi kalau makan ditempat fast food, padahal dinegara asal mereka makanan tersebut bisa dibilang makanan biasa saja. 

    8.   Masa Tua

    Kalau orang Timur masa tua lebih banyak ngurusin cucu mereka, kalau di Barat tidak pernah ada namanya mengasuh seorang cucu. Paling tidak hanya sekedar ketemuan itu pun bila merasa rindu saja, karena hidupnya sudah masing-masing. 

    9.   Transportasi atau Kendaraan

    Dahulu orang Barat sewaktu muda lebih menyukai mengendarai mobil, zaman sekarang lebih suka memakai sepeda dan ada juga yang lebih suka berjalan kaki, mungkin karena faktor kesehatan yang mereka sudah terapkan. Berbeda dengan orang Timur, kalau dulu maasih memakai sepeda bahkan berjalan kaki hingga bikilo-kilo meter jauhnya kalau sekarang sudah harus pakai mobil kemana-mana biar bisa lebih dilihat mewah oleh orang lain.

    10.     Makanan
    Umumnya orang Barat makan dibagi menjadi 3 yakni makanan pembuka, makanan utama dan makanan penutup. Berbeda dengan orang Timur ketiga-tiganya adalah makanan utama bagi mereka.

    Diatas hanya beberapa contoh perbedaan kebudayaan Barat dan kebudayaan Timur.Walau proses dari dua kebudayaan tersebut berbeda, tapi tujuannya yang mereka capai sama yaitu untuk mensejahterakan kebudayaan mereka masing-masing. Akan tetapi kekurangan dan kelebihan dari kedua kebudayaan tersebut hanya dapat dirasakan oleh pengikutnya itu sendiri.

    Posted on Selasa, Juni 17, 2014 by Unknown

    No comments

    Senin, 05 Mei 2014

    Definisi Sosiologi
    Sosiologi berasal dari bahasa Yunani yaitu kata socius dan logos, di mana socius memiliki arti kawan / teman dan logos berarti kata atau berbicara. Sosiologi merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata latin socius yang artinya teman, dan logos dari kata Yunani yang berarti cerita. Menurut Bapak Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial. Menurut ahli sosiologi lain yakni Emile Durkheim, sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu. 


    Menurut Pitirim Sorokin, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.

    J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers, Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

    Paul B. Horton, Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

    Definisi Antropologi
    Antropologi berasal dari kata Yunani, anthropos yang berarti "manusia" atau "orang", dan logos yang berarti ilmu. Antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk sosial.

    David Hunter Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.
    Koentjaraningrat, Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.

    William A. Haviland, Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.

    Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu.

    Pengertian Sistem
    Sistem berasal dari bahasa Latin dan Yunani, istilah "sistem" diartikan sebagai mengabungkan, untuk mendirikan, untuk menempatkan bersama. Sistem adalah kumpulan elemen berhubungan yang merupakan suatu kesatuan. Sistem adalah Suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
    System is an organized scheme or method (Sistem adalah kumpulan skema atau metode).

    Pengertian Sosial Budaya
    Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

    Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

    Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing. Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat.

    Konsep Dasar dalam Sistem Sosial Budaya
    Sistem sosial budaya merupakan konsep untuk menelaah asumsi-asumsi dasar dalam kehidupan masyarakat. Pemberian makna konsep sistem sosial budaya dianggap penting karena tidak hanya untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan sistem social budaya itu sendiri tetapi memberikan eksplanasi deskripsinhya melalui kenyataan di dalam kehidupan masyarakat.

    Pengertian Konsep
    Konsep merupakan ide, gagasan, atau pemikiran-pemikiran yang mentadi dasar ( pembawa arti ). Pada dasarnya konsep masih berwujud abstrak atu hanya angan-angan saja.
    ·
    Sistem Sosial Budaya
    A. Sistem merupakan pola-pola keteraturan; kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang saling berhubungan
    B. Budaya sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri

    Komponen Utama dalam Kebudayaan

    1. Kebudayaan Material
    Mengacu pada semua ciptaan manusia yang konkret

    2. Kebudayaan Nonmaterial
    Ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi

    Jadi, konsep dalam sistem sosial budaya dapat dideskripsikan sebagai suatu pemikiran dan ide yang berisikan mengenai komponen - komponen membentuk kebudayaan suatu masyarakat.

    Pengertian Sistem Sosial Budaya
    Pengertian sistem
    Menurut Tatang M. Amirin
    “Sistem berasal dari bahasa Yunani yang berarti :
    1. Suatu hubungan yang tersusun atas sebagian bagian
    2. Hubungan yang berlangsung diantara satuan-satuan atau komponen-komponen secara teratur

    · Sosial berarti segala sesuatu yang beralian dengan sistem hidup bersama atau hidup bermasyaakat dari orang atau sekelompok orang yang didalamnya sudah tercakup struktur, organisasi, nila-nilai sosial, dan aspirasi hidup serta cara mencapainya.

    · Budaya berarti cara atau sikap hidup manusia dalam hubungannya secara timbale balik dengan alam dan lingkungan hidupnya yang didalamnya tercakup pula segala hasil dari cipta, rasa, karsa, dan karya, baik yang fisik materiil maupun yang psikologis, idiil, dan spiritual.

    Kehidupan Masyarakat Sebagai Sistem Sosial dan Budaya
    · Kehidupan masyarakat dipandang sebagai suatu sistem atau sistem sosial, yaitu suatu keseluruhan bagian atau unsur-unsur yang saling berhubungan dalam suatu kesatuan.

    · Alvin L. Bertrand, suatu sistem sosial terdapat :
    A. Dua orang atau lebih
    B. Terjadi interaksi antara mereka
    C. Bertujuan
    D. Memiliki struktur, harapan-harapan bersama yang didomaninya.
    Dalam sistem sosial pada umumnya terdapat proses yang saling
    mempengaruhi. Hal ini disebabkan karena adanya saling keterkaitan
    antara satu unsur dengan unsur lainnya.

    · Margono Slamet, sistem sosial dipengaruhi oleh ekologi; demografi; kebudayaan; kepribadian; waktu, sejarah, dan latar belakang.

    · Ciri utama sstem sosial menerima unsur-unsur dari luar (terbuka).
    Namun juga menimbulkan terjalinnya ikatan antarunsur-unsur dengan unsure lainnya (internal) dan saling pertukaran antara sistem sosial itu sendiri dengan lingkungannya (eksternal).

    · Proses-proses dalam sistem sosial :
    A. Komunikasi
    B. Memelihara tapal batas
    C. Penjalinan sistem
    D. Sosialisasi
    E. Pengawasan sosial
    F. Pelembagaan
    G. Perubahan social

    Kehidupan Masyarakat Sebagai Sistem Budaya
    · Mempelajari ttg sistem bertindak → perilaku
    · Unsur perilaku → “gerak sosial”
    4 syarat : - utk mencapai tujuan tertentu
    - tjd pd situasi tertentu
    - diatur kaidah tertentu
    - didorong motivasi tertentu
    · Hakikat beberapa subsistem tsb sbg pengaturan/cybernetic order → tiap subsistem yg berada diatasnya mjd pengatur utk subsistem dibawahnya.

    · Menurut Parsons, ke 4 subsistem bertindak sbg kebutuhan fungsional yg disebut sbg imperative functional LIGA.

    Gerak Sistem Sosial
    Subsistem budaya : Latent patern maintenance
    Subsistem sosial : Integration
    Subsistem kepribadian : Goal attaintment
    Subsistem organisasi perilaku : Adaptation

    · Latent Patern Maintenence (L) atau fungsi mempertahankan pola. Subsistem budaya memberi jawaban terhadap masalah dari faktor-faktor falsafah hidup.
    · Integration (I) atau fungsi integrasi mencakup faktor-faktor penting dalam mencapai keadaan serasi antar sistem.
    · Goal atteinment (G) atau fungsi mencapai tujuan.

    Faktor penentu :
    a) Pengembangan sistem untuk menjunjung nilai dan kaidah.
    b) Pengorganisasian untuk mencapai tujuan bersama.

    · Adaptation (A) atau fungsi adaptasi. Mencakup pengarahan dan penyesuaian kebutuhan pokok manusia dengan keadaan sekitar.
    · Unsur pokok subsistem sosial budaya :
    a. Kepercayaan
    b. Perasaan dan pikiran
    c. Tujuan
    d. Kaidah
    e. Kedudukan dan peranan
    f. Pengawasan
    g. Sanksi
    h. Fasilitas
    i. Kelestarian dan kelangsungan hidup
    j. Keserasian kualitas kehidupan dengan lingkungan

    · Unsur-unsur pokok dapat dijumpai pada keluarga batih. Ciri-ciri :
    a. Adanya kepercayaan terbentuknya keluarga batik dari kodrat alamiah
    b. Perwujudan perasaan dan pikiran anggota keluarga batih berupa menghargai, bersaing.
    c. Tujuan keluarga batih agar manusia dapat bersosialisasi, mendapat jaminan ketentraman hidup.
    d. Memiliki norma yang mengatur hubungan suami dengan istri, orang tua dengan anak- anak mereka.
    e. Memiliki kedudukan dan peranan masing- masing
    f. f.Memiliki pengawasan tertentu dari orang tua dan masyarakat
    g. Adanya penerapan sanksi
    h. Adanya sarana pengawasan dan sosialisasi
    i. Adanya konsep kelestarian sebagai stabilitas kehidupan manusia, kelangsungan hidup sebagai pencerminan dinamika
    j. Adanya kuantitas sebagai pencerminan nilai benda, kualitas pencerminan nilai sikap

    Kebudayaan dan Masyarakat
    Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

    · Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

    · Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

    Dapat disimpulkan kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.

    Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
    · sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para
    anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
    · organisasi ekonomi
    · alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
    · organisasi kekuatan (politik)

    Ø Wujud
    Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga :
    A. Gagasan ( Wujud Ideal )
    Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan
    ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh.
    B. Aktifitas ( Tindakan )
    Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial.
    C. Artefak ( Karya )
    Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan.

    Komponen
    Ø Kebudayaan material
    Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret.

    Ø Kebudayaan nonmaterial
    Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaanciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau
    tarian tradisional.

    referensi : (http://rusandyharry.blogspot.com/2011/10/sistem-sosial-budaya-indonesia.html)

    Posted on Senin, Mei 05, 2014 by Unknown

    No comments

    Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.[1] Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat,bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.[1] Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.[1]
    Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.[2]
    Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" di Jepang dan "kepatuhan kolektif" diCina.
    Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
    Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

    Pengertian kebudayaan[sunting | sunting sumber]

    Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
    Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
    Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
    Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
    Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
    Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
    Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

    Unsur-Unsur[sunting | sunting sumber]

    Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
    1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
      • alat-alat teknologi
      • sistem ekonomi
      • keluarga
      • kekuasaan politik
    2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
      • sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
      • organisasi ekonomi
      • alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
      • organisasi kekuatan (politik)

    Wujud dan komponen[sunting | sunting sumber]

    Wujud[sunting | sunting sumber]

    Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
    • Gagasan (Wujud ideal)
      Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
    • Aktivitas (tindakan)
      Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
    • Artefak (karya)
      Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

    Komponen[sunting | sunting sumber]

    Berdasarkan wujudnya tersebut, Budaya memiliki beberapa elemen atau komponen, menurut ahli antropologi Cateora, yaitu :
    • Kebudayaan material
      Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
    • Kebudayaan nonmaterial
      Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
    • Lembaga social
      Lembaga social dan pendidikan memberikan peran yang banyak dalam kontek berhubungan dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem social yang terbantuk dalam suatu Negara akan menjadi dasar dan konsep yang berlaku pada tatanan social masyarakat. Contoh Di Indonesia pada kota dan desa dibeberapa wilayah, wanita tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja pada satu instansi atau perusahaan. Tetapi di kota – kota besar hal tersebut terbalik, wajar seorang wanita memilik karier
    • Sistem kepercayaan
      Bagaimana masyarakat mengembangkan dan membangun system kepercayaan atau keyakinan terhadap sesuatu, hal ini akan mempengaruhi system penilaian yang ada dalam masyarakat. Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi dalam kebiasaan, bagaimana memandang hidup dan kehidupan, cara mereka berkonsumsi, sampai dengan cara bagaimana berkomunikasi.
    • Estetika
      Berhubungan dengan seni dan kesenian, music, cerita, dongeng, hikayat, drama dan tari –tarian, yang berlaku dan berkembang dalam masyarakat. Seperti di Indonesia setiap masyarakatnya memiliki nilai estetika sendiri. Nilai estetika ini perlu dipahami dalam segala peran, agar pesan yang akan kita sampaikan dapat mencapai tujuan dan efektif. Misalkan di beberapa wilayah dan bersifat kedaerah, setiap akan membangu bagunan jenis apa saj harus meletakan janur kuning dan buah – buahan, sebagai symbol yang arti disetiap derah berbeda. Tetapi di kota besar seperti Jakarta jarang mungkin tidak terlihat masyarakatnya menggunakan cara tersebut.
    • Bahasa
      Bahasa merupakan alat pengatar dalam berkomunikasi, bahasa untuk setiap walayah, bagian dan Negara memiliki perbedaan yang sangat komplek. Dalam ilmu komunikasi bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami. Bahasa memiliki sidat unik dan komplek, yang hanya dapat dimengerti oleh pengguna bahasa tersebu. Jadi keunikan dan kekomplekan bahasa ini harus dipelajari dan dipahami agar komunikasi lebih baik dan efektif dengan memperoleh nilai empati dan simpati dari orang lain.

    Posted on Senin, Mei 05, 2014 by Unknown

    No comments