Selasa, 28 Oktober 2014



RESIKO TIDUR YANG TERLALU LAMA

http://gambar-kata.com/wp-content/uploads/2013/10/gambar-kartun-orang-tidur.jpg

 dalam jangka waktu yang lebih lama biasanya dialami oleh seseorang yang terlalu kelelahan atau begadang.Sehingga pada keesokan siang harinya menjadi mengantuk dan akan tidur lebih lama.
Jika intensitas tidur tersebut terlalu berlebihan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Siapa tahu ada penyakit yang berdiam didalam tubuh Anda. Tidur dianggap sebagian hal yang menyenangkan yang meremajakan kita dari hal yang stres dan ketegangan. Jika kurang tidur maka badan akan merasa lemas dan berat untuk menjalankan aktifitas. Tidur memiliki kekuatan untuk merevitalisasi tetapi jika ada yang kurang tidur atau terlalu banyak tidur makan tubuh tideak akan merespon dengan positif
Semua orang membutuhkan dan menyukai tidur. Tidak ada yang lebih nyaman selain tidur setelah beraktifitas seharian. Tidur sangat baik untuk kesehatan, kekurangan tidur dapat membuat gangguan kesehatan. Tersedia berbagai macam obat tidur untuk mengobati pasien yang menderita insomnia atau susah tidur. Waktu tidur yang efektif adalah 8 jam setiap hari, untuk bayi dan anak-anak di bawah 10 tahun membutuhkan tidur paling tidak selama 10 jam. Banyak orang berpikiran bahwa orang yang suka tidur hanyalah orang malas. Sebenarnya, tidur berlebih bisa disebabkan karena kondisi medis. Hypersomnia adalah keadaan medis yang menyebabkan orang merasa letih berkelanjutan sehingga ia tidur tanpa henti. Karena kebutuhan tidur yang lama, penderita jadi mudah mengalami kegalauan, kehilangan energi tubuh dan daya ingat yang lemah.Walaupun begitu, tidak semua orang yang tidur berlebihan mengalami faktor medis. Ada juga yang tidur berlebihan karena mereka kekurangan tidur di malam sebelumnya. Direkomendasikan oleh ahli, manusia membutuhkan tidur paling tidak 7-9 jam setiap harinya.


Kebanyakan tidur dapat terkena penyakit seperti di bawah ini:

Diabetes


Diabetes adalah penyakit yang berkait dengan tingkat gula darah. Gula darah ini bisa naik atau turun bukan hanya karena dari makanan.Pola tidur ternyata juga bisa mengganggu kestabilan gula darah.Penelitian mengatakan, orang yang kebanyakan tidur berpotensi meningkatkan gula darah yang menjadi pemicu diabetes.

Sakit Jantung


Sebuah penelitian dari Nurses Health Study mengatakan 72.000 perempuan yang tidur sembilan hingga sebelas jam perhari memiliki 38% risikio terkena penyakit jantung. Kebanyakan tidur juga bisa berpotensi terserang stroke.

Obesitas
 atau kegemukan

Yang ini biasanya sudah diketahui banyak orang, yaitu bisa memengaruhi berat badan. Tidur sembilan sampai sepuluh jam setiap harinya memiliki risiko kegemukan dibanding orang yang tidur hanya tujuh sampai delapan jam per hari.

Sakit Kepala 


Para peneliti percaya jika kebiasaan tidur terlalu lama dapat mengganggu neurotransmitter di otak, termasuk serotonin. Berlaku juga tidur terlalu lama disaiang hari karena begadang semalaman.



Posted on Selasa, Oktober 28, 2014 by Unknown

No comments



KOMPUTER TERBAIK DI DUNIA
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg14PDdEg0QYzJzYxosRUWJe2yB_H5FXG9ZWm-shnNRsaAx5RVYMI86HCH9mYhglW-QmdHvBnmE0TjjHaYsYzWNKZ0fxL4K5xkpCC01xSuttKTofuFs9baPMYb5zJQrbS9_qf_mGFqWoqKY/s1600/Roadrunner_supercomputer_HiRes.jpg

Sangat cepat perkembangan di dunia ini, khususnya teknologi komputer. Bagi yang mengaku sebagai pecinta komputer, wajib untuk mengetahui keberadaan komputer terbaik di dunia ini. Mungkin kebanyakan pengguna komputer sangat mendambakan untuk dapat memiliki komputer tercepat. Tapi beberapa super komputer yang memiliki spesifikasi super tinggi ini mungkin hanya bisa dimiliki oleh perusahaan atau badan pemerintahan negara. Tentu saja karena bentuknya yang besar, kebutuhan komputasi, pemakaian daya yang tinggi, serta harganya yang tentu saja sangat mahal. Jadi, kita hanya perlu untuk memantau saja, bagaimana perkembanganya saat ini

6 Super komputer tercepat dan tercanggih didunia saat ini.

DAWNING NEBULAI
Super komputer ini juga di kembangkan di china, yang di gunakan oleh National Supercomputing Centre in Shenzhen (NSCS).
Processor: Dawning TC3600 Blade System, Xeon X5650 6C 2.66GHz, Infiniband QDR, NVIDIA 2050. Super komputer ini dibuat pada tahun 2010, dengan Jumlah inti 120640, dan OS yang di gunakan adalah OS Linux.
Daya: Sementara jumlah daya yang dibutuhkan untuk mengoperasikannya adalah sebesar 2,6 juta

MIRA
Mira juga merupakan super komputer salah satu produk IBM. Masih merupakan versi dari super komputer Blue Gene. Super computer ini memiliki kecepatan tercepat daripada merek-merek sebelumnya.
Super Komputer berada di National Labroratory di Illinois, Amerika Serikat, yang digunakan untuk melakukan bermacam keperluan. Kecepatannya perdetiknya bisa mencapai sekitar 8 petaflop

SUPER MUC
Komputer Super MUC dibuat di Jerman, yaitu di kembangkan Leibniz-Rechentrum di kota Munich.
Kecepatan:Super MUC hanya dapat mencapai kecepatan 3 petaflops, namun disebut- sebut sebagai komputer tercepat di Eropa.
Prosesor: Sistem SuperMuc akan menggunakan 18.432 prosesor Intel Xeon Sandy Bridge-EP,  dan berjalan di server IBM System x iDataPlex. Super Komputer ini memakai teknologi pendinginan terbaru dari IBM yang bernama Aquasar,yaitu yang menggunakan air untuk mendinginkan prosesor.

BLUE GENE
Blue gene adalah proyek arsitektur yang memproduksi beberapa super komputer.Dikembangkan bersama-sama oleh IBM, Laboratorium Nasional Lawrence Livermore, Departemen Energi Amerika Serikat, dan akademi. Superkomputer ini ada 4 proyek pengembangannya, yaitu Blue Gene/L yang dikembangkan oleh Laboratorium Nasional Lawrence Livermore; Blue Gene/C yang merupakan adik proyek Blue Gene/L; Blue Gene/P yang dikembangkan oleh IBM, Laboratorium Nasional Lawrence Livermore, dan Laboratorium Nasional Argonne, dan Blue Gene/Q.
Kecepatan: Blue Gene hanya dapat melaju pada kecepatan 500 teraflops.

IBM ROADRUNNER
Super komputer ini Di kembangkan oleh IBM di laboratorium Nasional Los Alamos, New Meksiko, Amerika serikat dengan biaya 133 juta Dollar Amerika. Kecepatan: Kecepatan tertinggi komputer super ini 1,456 petaflops  pada November 2008.
Processor: Salah satu yang membuatnya unik, IBM Roadrunner memiliki rancangan prosesor hybrid dengan melibatkan 2 prosesor, yaitu IBM PowerXCell 8i sebanyak 12.960 unit dan AMD Opteron dual-core sebanyak 6.480 unit. Super komputer ini memiliki sistem operasi Red Hat Entreprise Linux.

JAGUAR
Jaguar adalah nama super komputer yang di buat oleh Cray di perusahaan super computer, di laboratorium Oak Ridge di Oak Ridge, Tennessee, Amerika Serikat.
Kecepatan: Jaguar memiliki kecepatan sebesar 1,75 petaflops/s. Jaguar pernah menjadi super komputer tercepat di dunia pada Nopember 2009 hingga Juni 2010.

Processor:Jaguar bersistem operasi Cray Linux Environment dengan prosesor x86-based AMD Opteron yang berjumlah 224.256 unit dan memori sebesar 8 GB. Sedangkan besaran keseluruhan memori yang digunakan mencapai 360 TB. Sementara itu besaran penyimpanannya bisa mencapai 10 petabytes.

Posted on Selasa, Oktober 28, 2014 by Unknown

No comments

Kamis, 09 Oktober 2014

Kata Pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas nikmat dan

karunia-Nya kita dapat menyelesaikan makalah Softskill tentang Komunikasi Dalam Organisasi.

Atas nikmat yang diberikan pula kita dapat mempelajari dan mengetahui ilmu yang belum kita

ketahui. Kami berterimakasih kepada Ibu Ira Phajar Lestari sebagai Dosen Softskill yang telah

memberikan tugas ini kepada kami.

Mudah-mudahan makalah ini dapat dipahami oleh siapapun yang melihat dan membacanya.

Serta dapat berguna dalam menambah pengetahuan dan wawasan, khususnya pada Komunikasi

didalam Beroganisasi. Kami menyadari sepenuhnya mungkin tugas makalah ini jauh dari kata

sempurna, masih mempunyai banyak kekurangan, untuk itu kami sangat menerima kritikan

serta saran, demi perbaikan dimasa yang akan datang serta sebagai sarana untuk membangun

suatu kesempurnaan. Semoga makalah yang kami buat ini bisa menjadi sesuatu yang sangat

bermanfaat dan berguna bagi orang - orang yang membacanya maupun kami sendiri yang

membuatnya. Kami selaku penyusun makalah ini, memohon maaf apabila terdapat kesalahan

kata-kata yang kurang berkenan.

Jakarta , 5 Oktober 2014

1

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

BAB I. PENDAHULUAN .......................................................................................................................... 3

1.1 LATAR BELAKANG ........................................................................................................................... 3

1.2 PERUMUSAN MASALAH ................................................................................................................. 4

1.3 TUJUAN PENULIS ............................................................................................................................... 4

BAB II. PEMBAHASAN ........................................................................................................................... 5

2.1 PENGERTIAN KOMUNIKASI ............................................................................................................ 5

2.2 PENGERTIAN ORGANISASI ............................................................................................................. 6

2.3 PENGERTIAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI ................................................................... 7

2.4 JENIS KOMUNIKASI .......................................................................................................................... 8

2.5 FUNGSI KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI ............................................................................ 10

2.6 PROSES KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI ........................................................................... 11

2.7 GAYA KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI .............................................................................. 12

2.8 HAMBATAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI ................................................................... 13

BAB III. PENUTUP ................................................................................................................................. 15

3.1 KESIMPULAN .................................................................................................................................... 15

3.2 SARAN ................................................................................................................................................ 15



DAFTAR PUSTAKA

1

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Komunikasi merupakan aktifitas manusia yang sangat penting. Bukan hanya dalam

kehidupan organisasi, namun dalam kehidupan manusia secara umum. Komunikasi

merupakan hal yang esensial dalam kehidupan kita. Kita semua berinteraksi dengan

sesama dengan cara melakukan komunikasi. Komunikasi dapat dilakukan dengan cara

yang sederhana sampai yang kompleks, dan teknologi kini telah merubah cara manusia

berkomunikasi secara drastis.

Komunikasi tidak terbatas pada kata-kata yang terucap belaka, melainkan bentuk dari apa

saja interaksi, senyuman, anggukan kepala yang membenarkan hati, sikap badan, ungkapan

minat, sikap dan perasaan yang sama. Diterimanya pengertian yang sama adalah merupakan

kunci dalam komunikasi. Tanpa penerimaan sesuatu dengan pengertian yang sama, maka

yang terjadi adalah “dialog antara orang satu”.

Organisasi atau Organization bersumber dari kata kerja bahasa latin Organizare “to form

as or into a whole consisting of interdependent or coordinated parts (membentuk sebagai

atau menjadi keseluruhan dari bagian-bagian yang saling bergantung atau terkoordinasi).

Organisasi adalah sarana dimana manajemen mengkoordinasikan sumber bahan dan sumber

daya manusia melalui pola struktur formal dari tugas-tugas dan wewenang.

Tujuan organisasi tidak akan tercapai apabila tanpa manajemen dan komunikasi.

Manajemen tidak akan mungkin ada tanpa organisasi. Manajemen ada, jika ada tujuan yang

akan dicapai dan diselesaikan. Korelasi antara ilmu komunikasi dengan organisasi terletak

pada peninjauannya yang terfokus pada manusia-manusia yng terlibat dalam mencapai tujuan

organisasi.

Tujuan organisasi juga tidak terlepas dari peran pemimpin.Pemimpin yang baik adalah

pemimpin yang mampu menguasai komunikasi dengan baik pula.Dengan penguasaan

komunikasi yang baik seorang pemimpin memiliki nilai tambah, baik dalam kehidupannya

secara umum, maupun dalam mengkontribusikan dirinya di tempat kerja, sehingga lebih

produktif.

Komunikasi juga dikatakan sebagai inti dari kepemimpinan. Kepemimpinan yang efektif

dapat dicapai melalui proses komunikasi yang dilakukan oleh pemimpin kepada anggotanya.

Visi pemimpin bisa saja bagus, namun tanpa komunikasi yang efektif, maka visi tersebut

tidak akan pernah bisa terwujud. Dalam mengkomunikasikan visi, maka pemimpin harus bisa

menyampaikan suatu gambaran di masa depan yang mendorong antusiasme serta komitmen

orang lain.

1

2. Perumusan Masalah

Untuk memudakan proses penjabaran dan penjelasan, makalah ini memiliki beberapa

rumusan masalah, yaitu :

1. Apa pengertian dari komunikasi?

2. Apa pengertian dari organisasi?

3. Apa pengertian komunikasi dalam organisasi?

4. Apa saja jenis-jenis komunikasi?

5. Apa fungsi komunikasi dalam organisasi?

6. Bagaimana proses komunikasi dalam organisasi?

7. Bagaimana gaya komunikasi dalam organisasi?

8. Apa saja yang menjadi hambatan komunikasi dalam organisasi?

3. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ilmiah ini adalah untuk mengetahui pengertian dari

komunikasi, pengertian dari organisasi, pengertian dari komunikasi dalam organisasi, apa

saja jenis-jenis komunikasi, apa fungsi komunikasi dalam organisasi, bagaimana proses

komunikasi dalam organisasi, bagaimana gaya komuikasi dalam organisasi, bagaimana

peranan komunikasi dalam organisasi dan apa sajayang menjadi hambatan komunikasi dalam

organisasi. Di samping itu, makalah ini ditulis sebagai tugas kelompok pada mata kuliah

Softskill yang diberikan oleh pengajar.

1

BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian Komunikasi

Komunikasi sering kita lakukan dalam sehari-hari, komunikasi ini merupakan kebutuhan

yang paling mendasar manusia. Saat seseorang dengan orang lain berdekatan maka terjadi

komunikasi secara verbal, namun jika mereka berada dalam jarak yang jauh mereka

menggunakan beberapa cara untuk berkomunikasi.

Komunikasi atau dalam bahasa inggrisnya Communication, menurut asal katanya berasal

dari bahasa latin yaitu Communicatio. Komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang

atau kelompok masyarakat menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungannya.

Pada umumnya, komunikasi terjadi secara lisan atau verbal.Komunikasi dapat terjadi jika ada

persamaan antara penyampaian pesan dengan orang yang menerima pesan.

Pengertian komunikasi menurut kamus besar bahasa Indonesia yaitu :

1. Pengiriman dan penerimaan pesan antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang

dimaksud dapat dipahami, hubungan, kontak.

2. Perhubungan.

Pengertian komunikasi menurut para ahli :

Beberapa ahli mengungkapkan pendapat mengenai pengertian komunikasi, berikut ini

pengertian komunikasi menurut para ahli :

1. Carl I. Hovland

Hovland berpendapat mengenai pengertian komunikasi, menurutnya “Komunikasi

adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan pesan

(lambang-lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (komunikan)”.

2. Theodore M. Newcomb

Menurutnya pengertian komunikasi adalah “setiap tindakan komunikasi dipandang

sebagai suatu transmisi informasi,terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber

kepada penerima”.

3. Everett M. Rogers

Everett berpendapat bahwa “Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari

sumber kepada suatu penerima, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka

atau penerima”.

4. Onong Uchjana Effendy

Ia mengungkapkan pengertian dari komunikasi adalah “proses penyampaian pikiran atau

perasaan oleh seseorang kepada orang lain”. Pikiran tersebut bisa merupakan informasi,

gagasan, opini, dll yang muncul dari pikirannya sendiri.

1

5. Hafield Cangara

Hafield menyatakan suatu definisi baru mengenai pengertian komunikasi, ia menyatakan

bahwa “komunikasi adalah suatu proses di mana dua orang atau lebih melakukan

pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada

saling pengertian”.

2. Pengertian Organisasi

Secara umum, Pengertian Organisasi dapat didefinisikan sebagai sebuah sistem yang terdiri

dari sekumpulan individu terhadap pembagian kerja kelompok dalam rangka mewujudkan

tujuan yang telah diciptakan secara sistematis dan struktural.Dalam organisasi terdapat

beberapa batasan yang dapat ditunjukkan pada sebuah organisasi tersebut.Selain itu,

Pengertian Organisasi dapat diartikan sebagai tempat orang-orang berkumpul, bekerjasama

secara rasional dan sistematis, terorganisasi, terencana, terkendali dan terpimpin dalam

memanfaatkan sumber daya yang digunakan secara efektif dan efisien dalam mencapai

tujuan organisasi secara bersama-sama.

Pengertian organisasi menurut para ahli :

1. Menurut Stephen P. Robbinss

Organisasi merupakan kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah

batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus

menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

2. Menurut James D Mooney

Organisasi merupakan bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan

bersama.

3. Menurut Stoner

Organisasi merupakan suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di

bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.

4. Menurut Chester I Bernard

Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang

atau lebih.

5. Menurut Schein

Organisasi merupakan suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai

tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi lewat hirarki otoritas dan

tanggungjawab.

6. Menurut Kochler

Organisasi merupakan sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasikan usaha

suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.

7. Menurut W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia

Organisasi merupakan susunan dan aturan dari berbagai bagian sehingga menjadi

kesatuan yang teratur.

8. Menurut M. dahlan Al Barry , Kamus Modern Bahasa Indonesia

1

Organisasi merupakan penyusunan dan pengaturan bagian-bagian hingga menjadi suatu

kesatuan, sususan dan aturan dari berbagai bagian sehingga merupakan kesatuan yang

teratur dan gabungan kerja sama (untuk mencapai tujuan tertentu).

untuk sekolah menengah ditujukan pada OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan

untuk perguruan tinggi ditujukan pada BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa).Organisasi-
organisasi merupakan salah satu dari bentuk organisasi garis karena mempunyai cakupan

yang tidak luas hanya berada di lingkungannya saja dan bergelut di wilayahnya saja

namun BEM dapat dikatakan sebagai bentuk organisasi garis dan staff karena BEM

biasanya terdiri atas beberapa anggota yang berasal dari berbagai fakultas, wilayah

kampus yang berbeda dan jurusan yang berbeda pula sehingga memiliki jangkauan yang

luas.

3. Pengertian Komunikasi dalam Organisasi

Komunikasi organisasi adalah komunikasi antar manusia yang terjadi dalam konteks

organisasi, terjadi jaringan pesan satu sama lain yang bergantung satu sama lain.

Menurut Pace & Feules, ada dua perspektif utama yang akan mempengaruhi bagaimana

komunikasi organisasi didefinisikan :

1. Perspektif Objektif

Perspektif Objektif menekankan definisi komunikasi organisasi sebagai pertunjukan

dan penafsiran pesan diantara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu

organisasi tertentu. Fokusnya adalah penanganan pesan, yakni menerima, menafsirkan,

dan bertindak berdasarkan informasi dalam suatu peristiwa komunikasi organisasi.

Komunikasi dipandang sebagai alat untuk merekayasa atau mengkonstruksi organisasi

yang memungkinkan individu (anggota organisasi) beradaptasi dengan lingkungan

organisasi.

2. Perspektif Subjektif.

Perspektif Subjektif mendefinisikan komunikasi organisasi sebagai proses penciptaan

makna atas interaksi diantara unit-unit organisasi yang menciptakan, memelihara,

dan mengubah organisasi. Fokusnya adalah bagaimana individu anggota organisasi

bertransaksi dan kemudian memberi makna terhadap peristiwa komunikasi yang terjadi.

Dalam arti lain, bagaimana anggota organisasi berperilaku akan bergantung kepada

makna informasi itu bagi mereka.

perspektif objektif maupun perspektif subjektif adalah sebagai proses penciptaan dan

penafsiran informasi diantara unit-unit komunikasi sebagai bagian dari suatu organisasi

secara keseluruhan.

mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menyebarkan informasi di antara unit-unit

organisasi yang memungkinkan sistem komunikasiorganisasi berfungsi secara efektif.

4. Jenis-Jenis Komunikasi

Contoh dari suatu organisasi yaitu organisasi kemahasiswaan, sebagai contohnya

Dengan demikian, definisi atau pengertian komunikasi organisasi baik dilihat dari

Dalam konteks demikian, komunikasi organisasi dipandang sebagai proses

1

Komunikasi organisasi meliputi sarana lisan dan nonverbal komunikasi di seluruh

organisasi. Organisasi yang kompleks menggunakan berbagai saluran komunikasi, termasuk

vertikal, horisontal, diagonal, dan gosip (Marquis dan Huston, 2003).

Manajer harus menentukan modus komunikasi terbaik yang akan digunakan untuk

menyampaikan pesan tertentu. Misalnya, PHK atau dengan beberapa perubahan lain dalam

organisasi yang kuat, kemungkinan dampak negatif bagi karyawan menjamin pertemuan

tatap muka sehingga manajemen dapat memberikan klarifikasi langsung dan dapat menerima

umpan balik. Umpan balik langsung dan klarifikasi dapat mencegah kesalahpahaman

dan rumor, salah menanggapi maksud dari pesan. Informasi lain yang lebih rutin dapat

berhasil dikomunikasikan oleh memo atau e-mail. Marquis dan Huston (2003) mencatat

bahwa "kejelasan pesan sangat dipengaruhi oleh modus komunikasi yang digunakan".

1. Komunikasi Verbal

termasuk e-mail, menyediakan dokumentasi pesan tetapi mungkin disalahartikan oleh

penerima dan memakan waktu bagi manajer. Orang mungkin akan menafsirkan pesan

tertulis dari perspektif mereka sendiri, pengalaman, dan posisi dalam organisasi, tidak

mungkin membuat pemahaman umum dari pesan yang ditulis oleh semua orang yang

menerima mereka. Efisien dan efektif keterampilan menulis yang penting bagi manajer

perawat.

menulis komunikasi bisnis. Manajer perawat melaporkan bahwa rata-rata mereka menulis

menghabiskan antara 12,4 sampai 16 jam dari kerja 40 jam seminggu. Mereka mencatat

perlunya keterampilan menulis yang baik, dan banyak menyatakan perlunya lebih

banyak pendidikan dalam mengembangkan keterampilan menulis. Mereka melaporkan

bahwa sering permintaan ditulis dan rekomendasi mengumpulkan perhatian atas lebih

dari manajer dari pesan lisan. Permintaan tertulis, rekomendasi, dan proposal juga

memberikan catatan komunikasi.

seperti memo atau ringkasan tertulis dari isi pertemuan. Meskipun demikian, manajer

perawat berkomunikasi tatap muka dalam berbagai format, termasuk pertemuan formal,

presentasi, dan kelompok kerja. Manajer tingkat atas biasanya menghabiskan banyak

waktu dalam pertemuan.

2. Komunikasi Nonverbal

nonverbal. Kadang-kadang perilaku nonverbal direncanakan dan diperhitungkan, dan lain

kali tidak sadar pada bagian dari semua pihak yang terlibat dalam proses komunikasi.

Komunikasi umumnya dianggap suatu proses, dengan kata-kata sebagai simbol dan

bahasa yang mewakili kode. Kata-kata yang tidak perlu memahami makna pesan, ketika

seseorang mengasumsikan postur kaku dan mengepalkan tinju pada orang lain. Dalam

pengaturan kerja, marah, wajah cemberut dapat menyampaikan pesan keras daripada

kata-kata yang diucapkan atau nada suara yang digunakan.

verbal, orang tidak sadar menggunakan ekspresi wajah, gerakan, sentuh, dan nada

Tatap wajah dan pesan tertulis merupakan komunikasi verbal. Pesan tertulis,

Spears (1997) mewawancarai manajer perawat mengenai perasaan mereka tentang

Oleh karena itu, cara lain menyampaikan informasi mungkin diperlukan,

Dalam komunikasi tatap muka, kata diucapkan disertai dengan perilaku

Gillies (1994 ) menyatakan, "untuk mengimbangi kekurangan informasi pesan

1

suara untuk memperkuat makna komunikasi lisan". Komunikasi nonverbal meliputi

penampilan, nada suara, gerak tubuh, gerakan tubuh, lirikan, ekspresi wajah, pakaian,

bau, jarak, dan kiprah

Bahkan jika isi pesan yang cukup netral dan informatif, jika disampaikan oleh seseorang

dengan ekspresi wajah marah menggunakan nada tajam suara, isi pesan kemungkinan

besar akan dibayangi oleh perilaku nonverbal dari pengirim. Karena komunikasi

nonverbal biasanya tidak sadar, sulit untuk mengontrol. Hal ini penting untuk pesan

nonverbal untuk konsisten dengan pesan verbal.

PHK direncanakan sambil tersenyum. Manajer dan karyawan harus menyadari perilaku

nonverbal mereka dan mengakui dampaknya pada semua komunikasi. Kedua manajer

dan karyawan harus memantau perilaku nonverbal mereka. Mereka juga mungkin

berguna untuk mencari umpan balik dari orang lain untuk menentukan apakah perilaku

nonverbal mereka konsisten dengan pesan verbal mereka dan untuk menentukan dampak

dari perilaku nonverbal mereka pada kesan keseluruhan yang dihasilkan oleh komunikasi

mereka.

3. Vertikal, Horizontal, Dan Komunikasi Diagonal

berbagai arah untuk mencapai tujuan organisasi. Vertikal, horisontal, dan diagonal

komunikasi yang digunakan untuk berkomunikasi secara efektif.

a. Komunikasi Vertikal

bawahan. Komunikasi vertikal meliputi komunikasi ke bawah, di mana informasi dan

jenis komunikasi lainnya yang dikirim oleh atasan kepada bawahan. Komunikasi ke

bawah mencerminkan struktur hirarkis organisasi. Komunikasi ke bawah dapat terjadi

dalam berbagai cara tergantung sebagian pada isi pesan. Misalnya, berita yang akan

menyenangkan bawahan, seperti bonus, akan disampaikan berbeda dari berita yang

mungkin menyedihkan bagi mereka, seperti PHK mendatang ( Barnum dan Kerfoot,

1995). Beberapa pesan mungkin perlu disampaikan oleh berbagai mode, seperti tatap

muka, bentuk dimediasi seperti video atau audio, dan tulisan. Misalnya, jika prosedur

yang sedang berubah, mungkin akan diumumkan dalam pertemuan satuan, diperkuat oleh

sebuah memo kepada seluruh karyawan dipengaruhi oleh perubahan, dan ditampilkan

dalam sebuah video merinci perubahan yang diajukan. Revisi Prosedur kemudian akan

ditulis dan ditempatkan pada unit keperawatan. Pesan dimediasi dan ditulis juga

berfungsi untuk memberikan catatan komunikasi. Jika karyawan tidak mematuhi

prosedur baru, mereka tidak bisa mengatakan mereka tidak diberitahu tentang perubahan.

Nada mungkin lebih penting daripada kata-kata dalam pesan, dan ekspresi wajah.

Misalnya, akan tidak pantas untuk menyampaikan pesan yang serius tentang

Dalam organisasi yang kompleks, perlu untuk komunikasi mengalir dalam

Komunikasi vertikal adalah komunikasi yang terjadi antara atasan dan

b. Komunikasi Horizontal

1

Komunikasi horizontal atau komunikasi mendatar, seperti komunikasiantara

anggota staf dengan anggota staf. Berlangsung tidak formal, lain dengan komunikasi

vertikal yang formal. Komunikasi terjadi tidak dalam suasana kerja employee relation

dan sering timbul rumours, grapevine, gossip.

c. Komunikasi Diagonal

kelompok-kelompok orang di departemen lain dalam organisasi yang tidak pada tingkat

yang sama dalam hirarki (Marquis dan Huston, 2003). Jenis interaksi ini penting untuk

fungsi organisasi dan biasanya tidak terjadi melalui cara formal. Komunikasi diagonal

melayani banyak fungsi yang sama untuk menjadi seorang bijaksana dalam pengambilan

keputusan dan pemecahan masalah sebagai komunikasi horizontal tetapi mencakup

lebih luas orang di seluruh organisasi. Komunikasi diagonal memungkinkan manajer

untuk langsung ke seseorang pada tingkat yang berbeda dalam struktur birokrasi untuk

menyelesaikan masalah. Sebagai contoh, seorang eksekutif perawat bisa bekerja dengan

pimpinan staf medis untuk mengatasi masalah klinis.

5. Fungsi Komunikasi dalam Organisasi

Fungsi komunikasi dalam organisasi sangat besar. Menurut Sendjaja (Burhan. 2009),

organisasi baik yang berorientasi untuk mencari keuntungan (profit) maupun nirlaba (non-
profit), memiliki empat fungsi organisasi, yaitu: fungsi normatif, regulatif, persuasif, dan

integratif.

Fungsi komunikasi dalam organisasi adalah sebagai berikut:

1. Fungsi informative

Organisasi dapat dipandang sebagai suatu system proses informasi (information-
processing system). Maksudnya, seluruh naggota dalam suatu organisasi berharap dapat

memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik, dan tepat waktu.

pekerjaannya secara lebih pasti.Informasi pada dasarnya dibutuhkan oleh semua orang

yang mempunyai perbedaan kedudukan dalam suatu organisasi.Orang-orang dalam

tataran manajemen membutuhkan informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi

ataupun guna mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi.Sedangkan karyawan

(bawahan) membutuhkan informasi untuk melaksanakan pekerjaan, di samping itu juga

informasi tentang jaminan keamanan, jaminan sosial dan kesehatan.

2. Fungsi regulative

suatu organisasi.Pada semua lembaga atau organisasi, ada dua hal yang berpengaruh

terhadap fungsi regulatif ini.Pertama, atasan atau orang-orang yang berada dalam tatanan

manajemen, yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua

informasi yang disampaikan.Disamping itu, mereka juga mempunyai kewenangan

untuk memberi instruksi atau perintah, sehingga dalam struktur organisasi kemungkinan

mereka ditempatkan pada lapis atas (position of outhority) supaya perintah-perintahnya

Dalam komunikasi diagonal, manajer berinteraksi dengan manajer, dokter, dan

Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan

Fungsi regulatif ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam

1

dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Namun demikian, sikap bawahan untuk menjalankan perintah banyak bergantung pada:

1. Keabsahan pimpinan dalam menyampaikan perintah .

2. Kekuatan pimpinan dlaam memberi sanksi.

3. Kepercayaan bawahan terhadap atasan sebagai seorang pimpinan sekaligus sebagai

4. Tingkat kredibilitas pesan yang diterima bawahan kedua, berkaitan dengan pesan.

pribadi.

Pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja. Artinya, bawahan

membutuhkan kepastian peraturan tentang pekerjaan yang boleh untuk dilaksanakan.

Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu

3. Fungsi persuasive

membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini maka banyak

pimpinan yang lebih suka untuk memersuasi bawahannya daripada memberi perintah.

Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan

kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan

dan kewenangannya.

4. Fungsi integrative

karyawan dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik.Ada dua saluran

komunikasi formal, seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut (newsletter,

bulletin) dan laporan kemajuan organisasi; juga saluran komunikasi informal, seperti

perbincangan antarpribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan olahraga, ataupun

kegiatan darmawisata.Pelaksanaan aktivitas ini menumbuhkan keinginan untuk

berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi.

6. Proses Komunikasi dalam Organisasi

Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada

komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan

dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi

yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi, banyak

melalui perkembangan. Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia

dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi.

Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :

1. Penginterprestasian, hal yang diinterpretasikan adalah motif komunikasi, terjadi

dalam diri komunikator. Artinya, proses komunikasi tahap pertama bermula sejak motif

komunikasi muncul hingga akal budi komunikator berhasil menginterpretasikan apa

yang ia pikir dan rasakan ke dalam pesan (masih abstrak). Proses penerjemahan motif

komunikasi ke dalam pesan disebut interpreting.

Setiap organisasi berusaha untuk menyediakan saluran yang memungkinkan

1

2. Penyandian, pada tahap ini masih ada dalam komunikator dari pesan yang bersifat

abstrak berhasil diwujudkan oleh akal budi manusia ke dalam lambang komunikasi.

Tahap ini disebut encoding, akal budi manusia berfungsi sebagai encorder, alat penyandi:

mengubah pesan abstrak menjadi konkret.

3. Pengiriman, proses ini terjadi ketika komunikator melakukan tindakan komunikasi,

mengirim lambang komunikasi dengan peralatan jasmaniah yang disebut transmitter, alat

pengirim pesan.

4. Perjalanan, pada tahapan ini terjadi antara komunikator dan komunikan, sejak pesan

dikirim hingga pesan diterima oleh komunikan.

5. Penerimaan, pada tahapan ini ditandai dengan diterimanya lambang komunikasi melalui

peralatan jasmaniah komunikan.

6. Penyandian Balik, pada tahap ini terjadi pada diri komunikan sejak lambang komunikasi

diterima melalui peralatan yang berfungsi sebagai receiver hingga akal budinya berhasil

menguraikannya (decoding).

7. Penginterpretasian, pada Tahap ini terjadi pada komunikan, sejak lambang komunikasi

berhasil diurai kan dalam bentuk pesan.

7. Gaya Komunikasi dalam Organisasi

1. The Controlling Style

controlling style communication ditandai dengan adanya satu kehendak atau maksud

untuk membatasi, memaksa dan mengatur perilaku, pikiran dan tanggapan orang lain.

Orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi ini dikenal dengan nama komunikator

satu arah atau one-way communications.

2. The Equalitarian Style

Dalam gaya komunikasi ini, tindak komunikasi dilakukan secara terbuka. Artinya, setiap

anggota organnisasi The Equalitarian Style dapat mengungkapkan gagasan ataupun

pendapat dalam suasana yang rileks, santai dan informal. Dalam suasana yang demikian,

memungkinkan setiap anggota organisasi mencapai kesepakatan dan pengertian bersama.

Aspek penting gaya komunikasi ini ialah adanya landasan kesamaan. The equalitarian

style of communication ini ditandai dengan berlakunya arus penyebaran pesan-pesan

verbal secara lisan maupun tertulis yang bersifat dua arah (two-way communication).

3. The Structuring Style

Gaya komunikasi yang berstruktur ini, memanfaatkan pesan-pesan verbal secara tertulis

maupun lisan guna memantapkan perintah yang harus dilaksanakan, penjadwalan tugas

dan pekerjaan serta struktur organisasi. Pengirim pesan (sender) lebih memberi perhatian

kepada keinginan untuk memengaruhi orang lain dengan jalan berbagi informasi tentang

tujuan organisasi, jadwal kerja, aturan dan prosedur yang berlaku dalam organisasi

tersebut mereka bahwa pemrakarsa (initiator) struktur yang efisien adalah orang-
orang yang mampu merencanakan pesan-pesan verbal guna lebih memantapkan tujuan

organisasi, kerangka penugasan dan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan

yang muncul.

4. The Dynamic Style

Gaya komunikasi yang dinamis ini memiliki kecenderungan agresif, karena pengirim

pesan atau sender memahami bahwa lingkungan pekerjaannya berorientasi pada tindakan

(action-oriented). The dynamic style of communication ini sering dipakai oleh para

1

juru kampanye ataupun supervisor yang membawa para wiraniaga (salesmen atau

saleswomen).

5. The Relinguishing Style

Gaya komunikasi ini lebih mencerminkan kesediaan untuk menerima saran, pendapat

ataupun gagasan orang lain, daripada keinginan untuk memberi perintah, meskipun

pengirim pesan (sender) mempunyai hak untuk memberi perintah dan mengontrol orang

lain.

6. The Withdrawal Style

Akibat yang muncul jika gaya ini digunakan adalah melemahnya tindak komunikasi,

artinya tidak ada keinginan dari orang-orang yang memakai gaya ini untuk

berkomunikasi dengan orang lain, karena ada beberapa persoalan ataupun kesulitan

antarpribadi yang dihadapi oleh orang-orang tersebut.

8. Hambatan Komunikasi dalam Organisasi

Dalam proses organisasi tidaklah selalu mulus, tentunya akan banyak terjadi hambatan-
hambatan pada perjalanananya. Hambatan yang sering muncul adalah hambatan komunikasi,

karena komunikasi adalah kunci utama dalam kesuksesan organisasi mengingat banyaknya

orang yang terlibat didalammnya. Hambatan tersebut tentunya bukan menjadi suatu

pengganjal dalam organisasi karena semua hambatan pastinya dapat diselesaikan dengan baik

dan tepat. Berikut ini adalah macam-macam hambatan dalam organisasi yaitu :

1. Hambatan dari Proses Komunikasi yaitu hambatan yang timbul dari ketidak jelasan

informasi yang akan disampaikan.

2. Hambatan Fisik yaitu hambatan yang terjadi akibat ada gangguan cuaca, gangguan sinyal,

dsb.

3. Hambatan Semantik yaitu hambatan yang terjadi akibat pemahaman yang sedikit

mengenai bahasa dan istilah-istilah asing yang digunakan dalam informasi atau pesan

4. Hambatan Psikologis yaitu hambatan yang berasal dari gangguan kondisi kejiwaaan

dari si pengirim pesan atau penerima pesan sengingga mengakibatkan informasi tersebut

mengalami perubahan.

5. Hambatan Manusiawi yaitu hambatan yang terjadi akibat tingkat emosi manusia yang

tidak menentu dalam menyikapi informasi atau pesan.

6. Hambatan Organisasional yaitu tingkat hirarkhi, wewenang manajerial dan spesialisasi

yaitu hambatan yang timbul akibat komunikasi dengan atasan atau bawahan mengalami

kendala seperti tingkat pemahaman terhadap suatu informasi yang berbeda yang

mengakibatkan sebuah hambatan.

7. Hambatan-hambatan Antar Pribadi yaitu hambatan yang timbul antar pribadi didalam

sebuah organisasi, biasanya hambatan ini muncul karena adanya salah paham antar

pribadi yang menyangkut masalah tugas dan wewenang dari orang yang ada dalam

organisasi.

itu tidak mudah dan memerlukan jalan yang sangat panjang untuk mencapai suatu

tujuan tertentu dalam organisasi dan dalam aktivitas lainnya.Tetapi hambatan tersebut

bukanlah menjadi satu-satunya penghambat dalam organisasi. Untuk memecahkan

Dari berbagai hambatan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa proses komunikasi

1

masalah hambatan tersebut diatas berikut ini diurakian cara mengatasi hambatan

komunikasi :

1. Memerikan umpan balik atau Feed Back yaitu memberikan kesempatan pada

seseorang untuk menyampaikan informasi dan gagasannya sehingga tercipta

komunikasi 2 (dua) arah.

2. Mengenai si penerima berita yaitu mengenali latar belakang , pendidikan serta kondisi

penerima pesan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan mudah

dimengerti oleh si penerima pesan.

3. Susunlah secara terperinci apa, dan kapan informasi tersebut harus disampaikan dan

kepada siapa informasi tersebut akan disampaikan.

1

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Pada dasarnya komunikasi sangat diperlukan didalam kehidupan sehari-hari dalam berbagai

aspek, baik itu dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam organisasi. Didalam kegiatan

berorganisasi, komunikasi sangat diperlukan dengan tujuan agar sebuah system atau komunikasi

yang ada bisa terjalin dengan sempurna dan lebih baik.

Komunikasi dirumuskan sebagai suatu proses penyampaian pesan atau informasi diantara

beberapa orang. Karenanya komunikasi melibatkan seorang pengirim, pesan atau informasi

saluran dan penerima pesan yang mungkin juga memberikan umpan balik atau feed back kepada

pengirim untuk menyatakan bahwa pesan telah diterima.

Komunikasi sangat penting dalam kehidupan manusia adalah makhluk sosial yang saling

membutuhkan antara satu dengan yang lain. Dalam berkomunikasi seseorang harus memiliki

dasar yang akan menjadi patokan seseorang tersebut dalam berkomunikasi. Dalam proses kita

juga harus ingat bahwa terdapat banyak hambatan-hambatan dalam berkomunikasi.

Tujuan komunikasi adalah berhubungan dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti

apa yang kita sampaikan dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan

dalam bekerja sama dengan orang lain. Ada dua jenis komunikasi, yaitu verbal dan nonverbal,

komunikasi verbal atau tertulis dan komunikasi nonverbal atau bahasa (gerak tubuh).

Komunikasi dua arah terjadi bila pengiriman pesan dilakukan dan mendapatkan umpan balik.

Seseorang dalam berkomunikasi pasti dapat merasakan timbal balik antara pemberi informasi

serta penerima informasi sehingga terciptanya suatu hubungan yang mutualisme antara

keduanya.

2. Saran

Dengan disusunnya makalah ini, maka pembaca maupun penulis dapat mengerti dan

memahami arti pentingnya berkomunikasi didalam kehidupan sehari-hari khususnya komunikasi

dalam organisasi.

Semoga makalah ini dapat diterima dan dimengerti serta berguna bagi pembaca maupun

penulis, kami memohon maaf atas berbagai kekurangan yang ada dalam penulisan makalah ini,

dengan demikian kami mengharapkan kritik dan saran atas tulisan kami agar bisa membangun

dan memotivasi kami demi terciptanya suatu kesempurnaan.

1

STUDY KASUS

1. Ahok : Komunikasi itu Cara, Bukan Hanya Isi

mendapatkan sorotan. Bukan kali ini sesungguhnya, cara komunikasi Ahok

menjadi perhatian. Sejak pertama kali menjabat sebagai wagub, sejumlah kalangan

mempermasalahkannya, atau minimal membahasnya. Ahok memang unik, karena setiap

kali bicara selalu berapi-api, peuh semangat, dan lantang. Buat sebagian orang, kesan

Ahok adalah arogan. Banyak orang yang tidak suka lalu mengkritiknya. Kali ini lebih

ramai lagi, karena Prabowo Subianto pun memberikan kritikan. Prabowo adalah bos

besarnya Ahok di partai Gerindra.

ilmu komunikasi. Dalam ilmu komunikasi, cara berkomunikasi memegang peranan amat

penting. Bahkan, kadang-kadang jauh lebih penting dibanding isinya. Mungkin Anda

pernah mendengar kalimat ini:

“Suatu hal yang salah, jika disampaikan terus menerus dan berulang-ulang, bisa menjadi

sebuah kebenaran.”

memang tidak menyebutkan cara sebagai sesuatu yang utama dalam teorinya. Dia hanya

menyebutkan komunikasi sebagai “siapa mengatakan apa kepada siapa melalui media apa

dengan dampak apa...” Tidak ada tambahan dengan cara apa?

Dalam perkembangan ilmu komunikasi kemudian diketahui bahwa cara, sungguh vital

posisinya dalam ilmu ini. Cara, menyangkut dengan media apa dan simbol komunikasi

apa yang dipakai. Beda media beda pula simbolnya. Misal, jika kita berkomunikasi lewat

telepon, maka semua simbol terkait dengan suara. Benar?

Tidak ada simbol tertulis di sana. Sebaliknya jika media yang kita gunakan adalah e-mail

atau surat menyurat. Maka, simbol yang digunakan biasanya adalah tulisan.

lebih besar dampaknya dalam berkomunikasi (perbandingannya 70:30). Artinya, jika kita

berkomunikasi dengan orang lain, menggunakan simbol verbal berupa kata-kata terucap,

akan sia-sia jika non verbalnya tidak mendukung. Contoh, Anda memuji seseorang

dengan ucapan, “Kerja Anda bagus!” tapi disampaikan dengan cara berteriak, dan mata

Anda tidak melihat kepada orang tersebut. Mungkin orang yang dipuji akan merespon,

“Ini memuji atau ngejek sih?” atau “Mujinya ikhlas tidak sih?”

diam, ekspresi, parabahasa (intonasi, pitch control, penekanan, speed, dll), jarak, waktu

dan lain sebagainya. Kita harus pelajari hal itu dengan baik, jika ingin tujuan komunikasi

kita tercapai. Kalau kita mengabaikan komunikasi non verbal maka kita terancam oleh

kegagalan tercapainya tujuan komunikasi.

Cara berkomunikasi Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Purnama,

Saya, tidak akan mengupas Ahok dari sisi politik, melainkan dari sudut pandang

Mbahnya ilmu Komunikasi Wilbur Schram, seorang pakar asal Kanada,

Berbagai penelitian dan riset komunikasi menunjukkan bahwa simbol non verbal

Non verbal banyak sekali jenisnya. Mulai dari bahasa tubuh, gerak tubuh, bahasa

1

“Maksud saya kan baik...” begitu ucap seseorang tentang isi komunikasinya,

namun dikritik cara berkomunikasinya.

Benar, maksud kita baik, isi komunikasi kita baik, tapi kalau cara menyampaikannya

tidak klop, maka dampak yang akan diterima oleh orang lain akan berbeda. Bukankah

kita ingin maksud dan penerimaannya klop. Kalau maksud kita baik maka diterima pula

dengan baik, begitu bukan? Nah, kalau demikian maka mau tidak mau, suka tidak suka,

kita harus dan wajib memperhatikan cara kita berkomunikasi (non verbal).


1

DAFTAR PUSTAKA

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:DLBO7tpkTcQJ:xa.yimg.com/kq/

groups/22999204/124723351/name/kel+&cd=6&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a

http://www.anneahira.com/makalah-komunikasi-organisasi.htm

http://alamtekno.blogspot.com/2013/05/pengertian-atau-definisi-komunikasi.html

http://isma-ismi.com/pengertian-organisasi.html

http://floraisnael.blogspot.com/2013/10/jenis-jenis-komunikasi-organisasi.html

http://dennyimamazhari.wordpress.com/2013/05/27/51-fungsi-komunikasi-dalam-organisasi/

http://lukman-brother.blogspot.com/2014/03/proses-komunikasi-dalam-organisasi.html

http://skyknowledge.wordpress.com/2011/10/31/studi-kasus-komunikasi-dalam-organisasi/

1

Posted on Kamis, Oktober 09, 2014 by Unknown

No comments

Komunikasi Dalam Organisasi



Anggota Kelompok :

1. Andranna Fajar Adiswara

2. Dela Aprilia Wibawa

3. Galih Sanitio

4. Jitro Hilter Sitanggang

5. Nanda Manarfa Az Zahra

6. Muhammad Ahsan Fuady

7. Ridony Armansyah

8. Sastrio Yunanda Djamier

Kelas : 2KA20

Dosen : Ira Phajar Lestari

SISTEM INFORMASI

UNIVERSITAS GUNADARMA

PTA 2013/2014

Posted on Kamis, Oktober 09, 2014 by Unknown

No comments